Prioritastv.com, Metro, Lampung – Kepolisian masih memburu pelaku penembakan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Dedi Kristian Agung (40), pemilik usaha kuliner Happy Chicken warga Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, yang tewas usai ditembak di bagian kepala diduga akibat cekcok soal utang piutang.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, tim gabungan saat ini terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah diketahui. Polisi juga mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan dalam peristiwa berdarah tersebut.
“Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius. Tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk segera diamankan,” kata Yuni, Minggu (24/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memburu pelaku, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan hasil autopsi korban guna memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh. Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait kasus tersebut dan menyerahkan proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
Kabid Humas menegaskan akan menindak tegas pelaku serta mengusut asal-usul senjata api yang digunakan dalam kejadian tersebut.
“Penggunaan senjata api secara melawan hukum merupakan tindak pidana serius. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Yuni.
Diketahui, insiden penembakan terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, tepatnya di depan lokasi cucian mobil pada Sabtu malam. Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku datang untuk menagih utang kepada korban. Namun percakapan keduanya memicu pertengkaran hingga berujung penembakan.
Saat cekcok berlangsung, korban disebut sempat memukul kepala pelaku sambil menantangnya untuk menembak. Tak lama kemudian, pelaku mengeluarkan senjata api dari tas kecil yang dibawanya lalu menembak korban hingga mengenai pelipis kanan.
Korban langsung tersungkur di badan jalan. Istri korban yang berada di lokasi sempat mencoba merebut senjata pelaku, namun pelaku mengancam akan menembak saksi dan melepaskan dua kali tembakan ke udara sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Korban sempat mendapat penanganan medis di RS Mardi Waluyo Kota Metro sebelum dirujuk ke RSUD Ahmad Yani. Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.
Sekitar pukul 23.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi. (*)
Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.







