Remaja Terduga Pelaku Pembunuhan Guru PPPK di OKU Selatan Menyerahkan Diri, Akui Tusuk Korban Saat Kepergok Mencuri

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:54

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka YI saat tiba di Polres OKU Selatan, Rabu 17 Juni 2026, usai menyerahkan diri di Polsek Rantau Alai Polres Ogan Ilir, Selasa 16 Juni 2026 | Dok. Polres OKU Selatan.

Tersangka YI saat tiba di Polres OKU Selatan, Rabu 17 Juni 2026, usai menyerahkan diri di Polsek Rantau Alai Polres Ogan Ilir, Selasa 16 Juni 2026 | Dok. Polres OKU Selatan.

Prioritastv.com, Sumatera Selatan – Misteri pembunuhan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan akhirnya terungkap. Terduga pelaku berinisial YI, siswi kelas VII SMP Negeri 4 Buay Pemaca, menyerahkan diri kepada polisi setelah sempat menjadi buronan pasca tewasnya guru bernama Sri Khodijah, S.Pd.

Pelaku diamankan setelah berada di Polsek Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Sebelumnya, YI diketahui meninggalkan wilayah OKU Selatan sehingga aparat kepolisian melakukan upaya pencarian dan koordinasi lintas wilayah.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, melalui Kasat Reskrim AKP Aston L. Sinaga mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa tersebut bermula saat pelaku diduga hendak melakukan pencurian di rumah korban, namun, aksi pelaku dipergoki oleh korban. Dalam kondisi panik, pelaku kemudian mengambil sebilah pisau yang berada di dapur rumah korban dan melakukan penusukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam kondisi panik, pelaku mengambil sebilah pisau yang berada di dapur rumah korban dan kemudian melakukan penusukan terhadap korban,” kata AKP Aston L. Sinaga, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan penting terjadi pada Selasa (16/6/2026) ketika keluarga pelaku berkoordinasi dengan Polsek Rantau Alai untuk menyerahkan diri. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polres Ogan Ilir yang selanjutnya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres OKU Selatan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir menghubungi Kasat Reskrim Polres OKU Selatan guna memastikan keberadaan pelaku. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Buay Pemaca langsung bergerak menuju Rantau Alai untuk melakukan penjemputan.

“Kami berkoordinasi dengan Polsek Rantau Alai dan memastikan bahwa yang bersangkutan memang berada di sana. Unit Reskrim kemudian langsung menjemput pelaku pada malam hari dan membawanya kembali ke wilayah OKU Selatan,” jelasnya.

Petugas tiba kembali di Polsek Buay Pemaca pada Rabu (17/6/2026) dini hari. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres OKU Selatan sekitar pukul 12.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur peradilan anak.

“Motif sementara yang melatarbelakangi peristiwa tersebut adalah kepanikan pelaku setelah aksinya diduga mencuri di rumah korban diketahui,” tegasnya.

Atas perbuatannya, YI disangkakan melanggar Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

“Pelaku masih berstatus anak di bawah umur, proses hukum yang dijalankan mengacu pada ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), termasuk penyesuaian terhadap ancaman pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya.

Sebelumnya, kasus ini sempat viral di media sosial setelah Sri Khodijah, S.Pd., guru PPPK yang mengajar di SD Negeri Danau Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, meninggal dunia usai menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya.

Peristiwa penusukan terjadi pada Selasa (9/6/2026) di kediaman korban di Desa Danau Jaya. Korban sempat mendapatkan perawatan medis intensif, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026).

Kabar meninggalnya korban mengundang duka mendalam dari masyarakat dan dunia pendidikan. Korban dikenal sebagai sosok guru yang ramah, berdedikasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap peserta didiknya. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru