Prioritastv.com | Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan penggerebekan di rumah dinas yang diduga merupakan rumah dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah petugas menemukan seorang perempuan berusia 19 tahun berada di dalam kamar yang disebut sebagai kamar pejabat lapas tersebut.
Rekaman yang beredar melalui akun Instagram @times_goesby88 memperlihatkan sejumlah petugas mendatangi rumah dinas yang disebut merupakan aset negara. Penggerebekan dilakukan menyusul dugaan seorang pejabat pemasyarakatan tinggal bersama perempuan yang bukan istrinya.
Setelah beberapa saat mengetuk pintu, seorang perempuan muda akhirnya membuka pintu kamar. Ia tampak terkejut melihat kedatangan para petugas yang kemudian langsung menanyakan hubungannya dengan pejabat yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada hubungan apa dengan Pak xxxx?” tanya salah seorang petugas.
Perempuan tersebut tampak panik dan berusaha menutupi wajahnya. Petugas lalu memintanya memberikan keterangan secara jujur serta memastikan identitasnya.
“Tidak apa-apa. Jujur saja, nanti kita blur mukanya. Bukan istrinya xxxx bukan? Kalau ibu kooperatif kita bisa selesaikan secara kekeluargaan. Kalau tidak bersedia kita akan viralkan dan kita akan proses ini. Bukan istrinya xxxx kan? Sejak kapan di sini?” tanya petugas.
Perempuan itu mengaku bukan istri pejabat yang dimaksud dan baru berada di rumah dinas tersebut sekitar dua minggu.
“Bukan, baru aja, dua minggu. Tapi diblur ya tolong,” jawabnya.
Petugas kembali menggali keterangan mengenai status pejabat tersebut.
“Selama ini tahu Pak xxx punya istri?” tanya petugas.
“Tahu,” jawab perempuan itu.
Dalam percakapan tersebut, perempuan itu juga mengaku belum menikah dan baru berusia 19 tahun.
“Belum. Masih gadis. Umur 19 tahun. Ini tidak ada masalahkan?” ujarnya.
Saat ditanya mengenai hubungannya dengan pejabat tersebut, perempuan itu mengaku tidak memiliki hubungan keluarga dan hanya dianggap sebagai adik angkat.
“Kayak adik angkat gitu. Dia angkat aku sebagai adiknya,” katanya.
Namun petugas kembali mempertanyakan alasan perempuan tersebut berada di kamar yang disebut sebagai kamar Kalapas.
“Kamu kan tidur di kamar tanpa hubungan. Tidak ada hubungan keluarga kan? Hanya menganggap adik-kakak kan? Tapi wajar tidak tidur dengan beliau?” tanya petugas lainnya.
Petugas lain juga meminta perempuan tersebut memberikan keterangan secara jujur terkait dugaan tinggal bersama di rumah dinas.
“Jujur saja, tidur dengan Kalapas di sini? Ini kamar Kalapas. Kau jujur saja, kalau kamu tidak kooperatif kita bisa proses nanti. Kamu tidur sama-sama dengan Kalapas di kamar ini kan?” ujar petugas.
Dalam video itu, salah seorang petugas juga menyoroti dugaan perilaku pejabat yang dinilai tidak mencerminkan sikap seorang aparatur sipil negara.
“Kalapas ini menerapkan aturan-aturan. Tapi beliau sendiri tidak bisa memberikan contoh yang baik,” ucap petugas lainnya.
Usai meminta keterangan dari perempuan tersebut, petugas kemudian menyisir sejumlah ruangan di rumah dinas. Mereka juga meminta keterangan kepada seorang asisten rumah tangga yang berada di lokasi. Berdasarkan rekaman yang beredar, asisten tersebut membenarkan bahwa perempuan muda itu memang berada di rumah dinas tersebut.

Ubay adalah kepala perwakilan Media Prioritastv.com di Jakarta Selatan, aktif meliput peristiwa nasional, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







