Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dampak ambrolnya gorong-gorong di Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (1/8/2026) malam, tidak hanya mengganggu arus lalu lintas. Sedikitnya empat rumah warga dilaporkan turut terdampak banjir akibat saluran air yang tersumbat material gorong-gorong yang ambruk.
Kepala Pekon Negeri Ngarip, Suhaili, melaporkan banjir terjadi karena lubang gorong-gorong tertutup batu dan material longsoran, sehingga aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar. Air akhirnya meluap ke badan jalan hingga masuk ke permukiman warga.
“Air masuk ke dalam rumah warga. Ada sekitar empat rumah yang terdampak, ketinggian air mencapai sekitar setengah meter, bahkan ada yang lebih. Penyebabnya karena gorong-gorong ambrol dan lubangnya tertutup batu sehingga air tidak bisa lewat,” kata Suhaili saat melaporkan kondisi di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Suhaili, kerusakan gorong-gorong tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, bahkan sejak bulan Ramadan. Namun hingga kini belum ada perbaikan permanen sehingga kondisinya terus memburuk dan akhirnya menyebabkan banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Ini sudah berapa bulan, sejak puasa kondisinya belum ada tindak lanjut. Kami berharap pemerintah segera melakukan renovasi atau perbaikan permanen karena kalau hujan deras pasti banjir lagi,” ujarnya.
Selain merendam rumah warga, luapan air juga menyebabkan kemacetan di Jalan Lintas Barat. Kendaraan dari arah Kota Agung maupun Bengkunat harus mengantre karena arus lalu lintas hanya dapat dilalui secara bergantian.
“Untuk hujan sudah berhenti, kendaraan bisa lewat satu arah melalui pinggir, jadi bergantian,” ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, Suhaili mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Camat Wonosobo dan Dinas Pemadam Kebakaran. Mobil Damkar diterjunkan ke lokasi guna membantu membersihkan material yang menutup saluran air dengan harapan aliran air kembali lancar dan genangan segera surut.
“Kami minta bantuan Pak Camat dan pemerintah daerah agar segera ada penanganan. Harapannya malam itu juga gorong-gorong yang tersumbat bisa dibuka sehingga banjir cepat surut dan kemacetan bisa teratasi,” ungkapnya.
Sementara itu, hingga saat ini petugas kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi. Warga berharap pemerintah segera membangun kembali gorong-gorong yang ambrol agar kejadian serupa tidak kembali terulang setiap kali hujan deras melanda kawasan tersebut. (*)

Herman adalah Wartawan yang aktif meliput berita peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Tanggamus.







