Cuaca Mendung dan Pemerintah Belum Hadir, Warga Negeri Ngarip Wonosobo Tanggamus Terpaksa Jebol Gorong-Gorong Ambruk Secara Swadaya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:07

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ditengah cuaca mendung dan kekhawatiran kembali hujan serta banjir, warga Pekon Negeri Ngarip, Wonosobo, Tanggamus akhirnya kembali berusaha menjebol gorong-gorong ambruk, Minggu 2 Agustus 2026, malam | ist/Media Prioritastv.com.

Ditengah cuaca mendung dan kekhawatiran kembali hujan serta banjir, warga Pekon Negeri Ngarip, Wonosobo, Tanggamus akhirnya kembali berusaha menjebol gorong-gorong ambruk, Minggu 2 Agustus 2026, malam | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com | Tanggamus, Lampung – Kekhawatiran hujan kembali turun membuat warga Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, akhirnya mengambil langkah darurat dengan bergotong royong menjebol gorong-gorong yang ambrol di Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Minggu (2/8/2026) malam. Aksi tersebut dilakukan karena hingga malam hari alat berat belum juga tiba di lokasi, sementara cuaca mulai mendung dan dikhawatirkan memicu banjir datang.

Kepala Pekon Negeri Ngarip, Suhaili, mengatakan warga terpaksa berinisiatif membuka saluran air secara manual agar aliran air tidak kembali tersumbat apabila hujan turun. Sejak usai Magrib, masyarakat bekerja secara swadaya dengan peralatan seadanya, bahkan menyediakan konsumsi secara mandiri bagi warga yang bergotong royong.

“Kami terpaksa bergotong royong menjebol gorong-gorong karena takut hujan turun lagi. Dari Magrib kami menunggu alat berat datang, tapi belum juga masuk. Masyarakat swadaya, bahkan membeli konsumsi sendiri untuk yang bekerja malam ini. Kami berharap pemerintah segera membantu agar gorong-gorong ini bisa segera dibuka menggunakan alat berat,” ujar Suhaili.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suhaili menjelaskan, meski telah berupaya selama beberapa jam, pekerjaan tersebut belum membuahkan hasil karena material beton gorong-gorong sangat kuat dan sulit dibongkar tanpa bantuan alat berat. Selama proses berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan buka tutup satu jalur.

“Warga juga berjaga dan melakukan ronda di sekitar lokasi untuk mengatur kendaraan sekaligus mengantisipasi kecelakaan pada malam hari,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Negeri Ngarip sempat menyampaikan kekecewaannya karena hingga Minggu siang belum ada penanganan darurat terhadap gorong-gorong yang ambruk akibat hujan deras. Bahkan mereka mengancam akan memblokir Jalan Lintas Barat apabila pemerintah tidak segera menurunkan alat berat untuk membuka saluran air yang tertutup material beton. Menurut warga, langkah paling mendesak bukan pembangunan permanen, melainkan menjebol gorong-gorong agar aliran air kembali normal dan banjir susulan dapat dicegah.

Warga juga mengungkapkan telah mencoba memecahkan bagian cor gorong-gorong secara manual, namun upaya tersebut gagal karena konstruksi beton sangat kokoh. Mereka berharap alat berat segera diterjunkan agar penanganan darurat dapat dilakukan secepatnya, mengingat hujan diperkirakan masih berpotensi mengguyur wilayah tersebut.

Di tengah desakan warga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung akhirnya membuka suara dan akan melakukan penanganan sementara terhadap gorong-gorong ambrol tersebut. Perwakilan BPJN Lampung, Fidin, menyampaikan bahwa lokasi kerusakan telah menjadi pantauan sejak Mei 2026 saat terjadi deformasi pada badan jalan.

Ia menyebut, penanganan sementara akan segera dilakukan untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan dan mencegah banjir, sementara perbaikan permanen telah diusulkan dalam program BPJN.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Wonosobo pada Sabtu (1/8/2026) malam menyebabkan pondasi gorong-gorong di Jalan Lintas Barat Pekon Negeri Ngarip ambruk setelah tergerus derasnya arus air. Material beton yang runtuh menutup saluran sehingga air meluap ke badan jalan dan merendam tiga rumah warga dengan ketinggian sekitar setengah meter. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru