Perkuat Kelembagaan Petani, Sikola P4S di Bone Hadirkan Duta Petani Milenial Kementan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:23

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyelenggaraan Sikola P4S di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026) | ist/Media Prioritastv.com.

Penyelenggaraan Sikola P4S di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026) | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Sulawesi Selatan – Upaya memperkuat kelembagaan petani terus dilakukan sebagai fondasi dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin melalui penyelenggaraan Sikola P4S di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Mannennungeng: Smart Hydro Loop ini mempertemukan pengurus Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lamellong, kelompok tani, petani, serta pemerintah desa dalam satu forum pembelajaran. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penguatan organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta strategi pengembangan P4S sebagai pusat pelatihan dan edukasi pertanian di tingkat desa.

Pada kesempatan tersebut, peserta mendapat materi dari Abdul Rahman, Duta Petani Milenial binaan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sekaligus pengelola P4S Merapi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ia membagikan pengalaman membangun P4S hingga berkembang menjadi pusat pelatihan pertanian, lokasi magang bersertifikat nasional, serta wadah pengembangan pertanian organik melalui Program Genta Organik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mengelola P4S, Abdul Rahman juga mengembangkan usaha hortikultura di lahan seluas 35 hektare yang kini telah menembus pasar ekspor ke Jepang. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penguatan kelembagaan petani, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kemitraan yang dibangun secara berkelanjutan.

“Kelembagaan yang kuat akan menjadi fondasi bagi lahirnya petani yang mandiri dan adaptif. P4S harus mampu menjadi ruang belajar, pusat inovasi, sekaligus penghubung petani dengan teknologi, pasar, dan berbagai peluang pengembangan usaha,” kata Abdul Rahman.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin Tahun 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan penyelenggaraan Sikola P4S merupakan bagian dari strategi memperkuat keberlanjutan program Mannennungeng. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknologi, tetapi juga kemampuan organisasi petani dalam mengelola kelembagaan secara profesional.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kapasitas pengurus P4S dalam mengelola organisasi sekaligus menghadirkan pengalaman nyata dari praktisi yang telah berhasil membangun kelembagaan petani. Harapannya, P4S Lamellong dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Fadel.

Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, S.P., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan membuka wawasan baru mengenai tata kelola organisasi, pengembangan jaringan kemitraan, hingga strategi pemberdayaan petani agar P4S mampu menjalankan fungsi pendidikan, pendampingan, dan pemberdayaan secara optimal.

Sementara itu, Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, penguatan kelembagaan P4S akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui Sikola P4S, Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin berharap P4S Lamellong mampu berkembang sebagai pusat pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan kapasitas petani yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model penguatan kelembagaan petani yang dapat direplikasi di berbagai daerah guna mendukung pembangunan pertanian nasional. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru