Polisi Ekshumasi Makam Sutrimo di Banyumas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:12

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana makam Sutrimo menjelang ekshumasi oleh Polisi di Desa Wlaha, Banyumas, Jawa Tengah |

Suasana makam Sutrimo menjelang ekshumasi oleh Polisi di Desa Wlaha, Banyumas, Jawa Tengah |

Prioritastv.com, Banyumas, Jawa Tengah – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu 12 Agustus 2026.

Ekshumasi dilakukan untuk mendalami penyebab kematian Sutrimo yang dinilai janggal. Sutrimo sebelumnya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Proses ekshumasi dilakukan tim forensik gabungan melalui tiga tahapan, yakni pembongkaran makam, pemeriksaan luar jenazah, dan pemeriksaan bagian dalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemeriksaan tersebut, tim melibatkan sejumlah ahli, mulai dari dokter forensik medikolegal, laboratorium forensik, toksikologi, ahli DNA hingga histopatologi anatomi. Sejumlah sampel diambil dari jenazah untuk selanjutnya dianalisis di laboratorium.

Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan tim belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo hanya berdasarkan pemeriksaan awal.

Menurut Sumy, pemeriksaan masih berlanjut karena sampel yang diperoleh dalam proses ekshumasi harus dianalisis terlebih dahulu di laboratorium.

“Prosesnya kan kita pengambilan sampel, kita tidak langsung menyatakan apa, bagaimana. Nanti mungkin nunggu hasil lab,” kata Sumy Hastry.

Ia memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan.” Hasil tersebut nantinya akan membantu tim menentukan cara dan sebab kematian Sutrimo,” tandasnya.

Sementara itu, pihak keluarga Sutrimo hadir melalui kuasa hukum, Aan Rohaeni. Ia mengatakan keluarga tidak menghadiri langsung proses ekshumasi dan menyerahkan proses pemeriksaan kepada tim dokter forensik.

Aan mengaku sempat melihat kondisi jenazah ketika hendak diangkat dari dalam makam. Menurutnya, jenazah Sutrimo masih dalam kondisi utuh dan relatif baik.

“Saya sempat melihat kondisi jenazah utuh, masih dalam kondisi baik. Hanya di bagian perut sedikit membesar,” kata Aan.

Aan mengatakan keluarga memberikan izin dilakukannya ekshumasi karena muncul berbagai informasi yang simpang siur mengenai kematian Sutrimo.

“Pada prinsipnya keluarga menyerahkan hasil pemeriksaan pada tim dokter untuk menentukan penyebab kematian Sutrimo,” ujarnya.

Menurut Aan, keluarga berharap pemeriksaan forensik dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo sehingga informasi yang beredar tidak lagi menimbulkan spekulasi.

Di sisi lain, kuasa hukum Febrie Adriansyah, Firman Wijaya, meminta kematian Sutrimo tidak dikaitkan dengan perkara hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung.

Firman menyebut Sutrimo diketahui telah lama sakit dan menjalani pengobatan. Karena itu, pihak keluarga Febrie meminta publik tidak mengaitkan kematian tersebut dengan perkara hukum tanpa adanya fakta yang telah terverifikasi.

Kuasa hukum Febrie lainnya, Febrie Diansyah, mengatakan keluarga kliennya menghormati proses penyidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya.

“Pak FA dan keluarga menghormati penyidikan yang sedang dilakukan Polda. Keluarga berharap dengan proses hukum tersebut fakta mengenai peristiwa ini menjadi lebih terang sehingga tidak terjadi spekulasi atau asumsi yang bukan-bukan,” ucap Febrie.

Firman juga membantah informasi yang menyebut Sutrimo berstatus sebagai Kepala Rumah Tangga atau Karumga Febrie Adriansyah.

Menurut Firman, Sutrimo lebih banyak bertugas menjaga rumah kosong dan tinggal di lokasi tersebut. Sutrimo juga disebut kerap pulang ke kampung halaman maupun mengambil pekerjaan lain sehingga tidak terus-menerus bekerja dengan Febrie.

“Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana,” tandasnya. (Faisal)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru