Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Pemerintah Kabupaten Pringsewu mendorong aparatur pekon untuk meningkatkan tata kelola pengadaan barang dan jasa serta tertib administrasi keuangan desa. Hal tersebut disampaikan dalam seminar pengelolaan pengadaan barang dan jasa desa dan tertib administrasi keuangan pekon se-Kabupaten Pringsewu yang berlangsung di Hotel Urban Pringsewu, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan seminar tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 24 dan 26 Agustus 2026. Seminar diikuti para kepala pekon se-Kabupaten Pringsewu, camat se-Kabupaten Pringsewu serta sejumlah pejabat terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Ir. M. Andi Purwanto, S.T., M.T., Kepala Bagian UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa) Novan Dwi Wibowo, para camat, kepala pekon serta aparatur pekon se-Kabupaten Pringsewu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Sekda Pringsewu Andi Purwanto mengatakan berakhirnya kegiatan seminar bukan menjadi akhir dari tugas para peserta, melainkan menjadi awal untuk mengimplementasikan ilmu dan regulasi yang telah diperoleh dalam pelaksanaan pemerintahan dan pengelolaan keuangan pekon.
“Berakhirnya kegiatan seminar ini bukanlah akhir dari tugas kita, melainkan awal dari komitmen untuk mengimplementasikan seluruh ilmu dan regulasi yang telah diperoleh,” kata Andi.
Ia menyampaikan sejumlah poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya penerapan tata kelola pengadaan barang dan jasa desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap proses pengadaan diharapkan mengedepankan prinsip swakelola, keterbukaan dan partisipasi masyarakat serta menghindari praktik penyimpangan administrasi.
Selain itu, Andi mendorong percepatan implementasi transaksi non-tunai dalam pengelolaan keuangan pekon. Menurutnya, penggunaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) serta transaksi non-tunai diperlukan untuk meningkatkan ketertiban administrasi dan transparansi pengelolaan keuangan pekon.
“Percepat implementasi transaksi non-tunai dan tingkatkan ketertiban administrasi keuangan pekon melalui penggunaan aplikasi Siskeudes dan penerapan transaksi non-tunai demi transparansi yang optimal,” ujarnya.
Andi juga meminta aparatur pekon tidak ragu memanfaatkan ruang konsultasi dan pembinaan yang tersedia. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP), camat serta Inspektorat dapat menjadi tempat berkonsultasi dan berkoordinasi apabila terdapat kendala dalam tata kelola pemerintahan maupun pengelolaan keuangan pekon.
Menurutnya, sinergi seluruh pihak diperlukan agar anggaran desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Setiap rupiah anggaran pekon diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, penanganan stunting serta pembangunan desa.
“Jadikan setiap rupiah anggaran desa sebagai instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, penanganan stunting, dan pembangunan desa,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Pringsewu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan seminar. Ucapan terima kasih disampaikan kepada panitia penyelenggara, para narasumber, keynote speaker, para camat, kepala pekon dan aparatur pekon yang mengikuti kegiatan sejak awal hingga penutupan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Bupati Pringsewu, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, para narasumber, keynote speaker, para camat, serta seluruh kepala pekon dan aparatur pekon yang telah berpartisipasi aktif sejak hari pertama hingga penutupan hari ini,” pungkasnya. (*)

Samuel bernama lengkap Lamagus Roysamuel Vicner adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 16833-LSPR/WDa/DP/X/2019/02/03/87.







