Prioritastv.com, Bandar Lampung – Polisi mengungkap kasus penemuan jasad bayi laki-laki di saluran air belakang Pasar Tugu, Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Dalam kasus tersebut, seorang perempuan yang diduga merupakan ibu kandung bayi berinisial ES (36) berhasil diamankan polisi.
Kapolsek Tanjung Karang Timur Kompol Toni Apriadi mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari penyelidikan setelah pihaknya menerima laporan penemuan jasad bayi pada Senin (24/8/2026).
“ES ditangkap di rumahnya di Jalan Romowijoyo, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjung Karang Timur, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Toni, Kamis 27 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Toni menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, ES yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang diduga melahirkan bayi laki-laki tersebut di kamar mandi rumahnya. Setelah melahirkan, bayi tersebut diduga dibuang oleh ES ke aliran sungai.
“Kami menduga bayi itu merupakan hasil hubungan di luar pernikahan,” jelasnya.
Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu kain bedong bayi dan satu baju milik ES yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Setelah diamankan, ES dibawa ke Mapolsek Tanjung Karang Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga membawa ES ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis terkait kondisi tubuhnya setelah proses persalinan.
“Pelaku sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah penangkapan, yang bersangkutan juga kami bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis,” ujarnya.
Ia menyebut, pada Rabu malam, ES kembali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani tindakan medis pascamelahirkan, termasuk kuret. Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ES setelah proses persalinan.
Pihaknya juga masih mendalami penyebab kematian bayi. Jasad korban rencananya menjalani autopsi untuk memastikan penyebab kematian serta mengetahui apakah bayi meninggal sebelum atau setelah dilahirkan.
“Rencananya malam ini kami akan melakukan autopsi terhadap jasad bayi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” bebernya.
Polisi juga masih mendalami motif ES membuang bayi tersebut. Penyidik belum menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Untuk motifnya masih kami dalami. Termasuk apakah ada keterlibatan pihak lain, masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan,” ujarnya.
Sebelumnya, jasad bayi laki-laki ditemukan di saluran air belakang Pasar Tugu, Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Tanjung Agung, pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh dua pelajar yang melintas di sekitar lokasi. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga dan diteruskan kepada kepolisian. (*)
Saripudin, S.Kom, M.H. adalah Wartawan yang Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







