Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Polisi mengungkap dugaan penyebab kebakaran gedung Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, yang terjadi pada Kamis (27/8/2026) dini hari.
Dari hasil identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Inafis Satreskrim Polres Tanggamus, ruangan yang mengalami kerusakan paling parah berada di bagian rice steamer. Tingkat kerusakan pada ruangan tersebut diperkirakan mencapai 90 persen dan diduga menjadi titik awal kebakaran.
Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yasin Ariga mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, letupan diduga terjadi akibat adanya gas yang terjebak di dalam ruangan tertutup. Sementara api diduga dipicu kebocoran pada jalur selang gas yang menghubungkan mesin rice steamer dengan tabung gas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, letupan diduga terjadi karena adanya gas yang terjebak di ruangan tertutup. Sementara kebakaran diduga akibat kebocoran pada jalur selang gas yang menghubungkan rice steamer dengan tabung gas,” kata AKP Khairul Yasin Ariga mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Kasat menjelaskan, dalam penyelidikan tersebut, pihaknya telah meminta keterangan empat orang saksi, yakni Yayan Ardianto (29), P3K (SPPI) SPPG; Lia Udin (33), wiraswasta/Aslap SPPG; M. Lutfi Rizki Adhari (23), Head Cook SPPG; serta Arniah (40), koki dapur SPPG. Keempatnya merupakan warga Pekon Purwosari dan Pekon Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat.
“Menurut keterangan Arniah dan M. Lutfi Rizki Adhari, sebelum kebakaran terdengar suara berdesis dan tercium bau gas. Keduanya juga mendengar suara letupan sebelum api terlihat keluar dari bagian bawah mesin rice steamer,” jelasnya.
Kasat menyebut, pihaknya turut menemukan 12 tabung LPG Bright Gas ukuran 12 kilogram dalam kondisi kosong, dua alat pemadam api ringan (APAR) yang telah digunakan dan terbakar, serta sisa terbakar pada saluran pipa gas dan saluran rice steamer. “Sementara itu, meteran listrik dan sakelar di bagian dalam bangunan ditemukan masih dalam kondisi utuh,” ujarnya.
Kasat mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi kebakaran diketahui sekitar pukul 02.00 WIB ketika sejumlah pekerja SPPG sedang mempersiapkan proses memasak untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) keesokan harinya. Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, namun api tidak berhasil dikendalikan sehingga mereka menyelamatkan diri.
Masyarakat sekitar kemudian turut membantu proses pemadaman hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Akibat kebakaran, bangunan dapur SPPG beserta sejumlah peralatan dan perlengkapan di dalamnya mengalami kerusakan. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar,” ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, petugas mengamankan dua plastik sampel arang dari dua titik berbeda. “Hasil olah TKP, keterangan saksi, serta barang bukti yang ditemukan masih menjadi bahan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran secara menyeluruh,” tandasnya. (*)

Herman adalah Wartawan yang aktif meliput berita peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Tanggamus.







