Mabes TNI Turun ke Tanggamus, Cegah Karhutla dan Kebiasaan Bakar Lahan yang Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:58

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pencegahan Karhutla Mabes TNI yang datang ke Polres Tanggamus usai meninjau posko bencana di Mapolres setempat, Jumat 28 Agustus 2026 | Dok. Humas Polres Tanggamus.

Tim Pencegahan Karhutla Mabes TNI yang datang ke Polres Tanggamus usai meninjau posko bencana di Mapolres setempat, Jumat 28 Agustus 2026 | Dok. Humas Polres Tanggamus.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanggamus menjadi perhatian serius. Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla Mabes TNI turun langsung ke wilayah Tanggamus untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus menyoroti kebiasaan masyarakat membakar sampah maupun lahan.

Kunjungan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI tersebut berlangsung di Polres Tanggamus, Jumat (28/8/2026). Tim yang dipimpin Kolonel Cpm Tri Handaka itu terdiri dari sembilan personel gabungan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Kedatangan mereka didampingi Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono.

Tim diterima langsung Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko bersama jajaran pejabat utama Polres Tanggamus. Dalam pertemuan tersebut, dibahas kondisi wilayah, kesiapan personel hingga langkah mitigasi dalam menghadapi potensi Karhutla di Tanggamus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Tanggamus mengatakan, kondisi geografis Tanggamus yang memiliki kawasan pertanian dan perkebunan cukup luas membuat sejumlah wilayah memiliki potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau.

Polres Tanggamus bersama Kodim 0424/Tanggamus, pemerintah daerah, BPBD dan unsur terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya melalui apel gelar pasukan serta pembentukan posko tanggap siaga bencana di lingkungan Polres Tanggamus.

“Kami sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan, baik tanah longsor, banjir maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan. Posko ini menjadi bagian dari kesiapan kami apabila sewaktu-waktu menerima laporan kejadian di lapangan,” kata Rahmad.

Kewaspadaan semakin ditingkatkan setelah dalam pemantauan sekitar dua bulan terakhir ditemukan sejumlah titik panas di wilayah Tanggamus. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Bulok, khususnya wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Pringsewu.

“Di wilayah tersebut memang terdapat potensi karena kondisi lahan yang kering. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah terjadi kebakaran lahan yang cukup luas, sehingga wilayah itu menjadi salah satu perhatian kami,” ujarnya.

Untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran lebih luas, Polres Tanggamus telah menginstruksikan jajaran Polsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga aparatur pekon meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing.

Pemantauan juga dilakukan melalui sistem satelit dan aplikasi pemantauan Karhutla. Apabila ditemukan titik panas, jajaran kepolisian bersama Forkopimcam diarahkan turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Selain faktor alam, pembakaran lahan yang diduga dilakukan secara sengaja oleh sebagian warga juga menjadi perhatian. Pembakaran biasanya dilakukan untuk membersihkan sampah atau mempersiapkan lahan.

“Kalau memang ditemukan adanya kesengajaan, pemilik lahan akan kami panggil dan diberikan pemahaman agar tidak mengulangi kegiatan pembakaran lahan. Ini menjadi perhatian supaya api tidak melebar ke lahan yang lebih luas,” tandasnya.

Sementara itu, Kolonel Cpm Tri Handaka mengatakan, kedatangan tim Mabes TNI bertujuan memberikan penyuluhan sekaligus memperkuat sinergi pencegahan Karhutla di wilayah Tanggamus dan Pringsewu.

Menurutnya, TNI dan Polri memiliki semangat yang sama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan sehingga diperlukan sinergi hingga tingkat kewilayahan.

“Pada intinya, baik Polres, Kodim maupun tim penyuluh memiliki semangat yang sama. Meskipun berbeda instansi, instruksinya sama, yaitu mencegah kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, kita perlu bersinergi di lapangan,” kata Tri Handaka.

Ia menilai kebiasaan masyarakat membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar perlu mendapat perhatian. Kebiasaan tersebut, menurutnya, harus perlahan diarahkan kepada cara yang lebih aman agar tidak memicu kebakaran yang lebih besar.

“Memang ada kearifan lokal dan kebudayaan masyarakat dalam membersihkan lahan atau sampah dengan cara dibakar. Namun, kita berupaya agar hal tersebut tidak meluas, terutama sampai masuk ke kawasan hutan dan menyebabkan kebakaran yang lebih besar,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru