Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung -Jembatan Gantung Merah Putih yang menghubungkan Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, mulai diperbaiki Polres Tanggamus, Selasa (1/9/2026).
Perbaikan jembatan dipimpin langsung Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko. Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Fredy Aprisa Putra, para Kabag, para Kasat, serta Kapolsek Limau dan Kapolsek Cukuh Balak.
Renovasi dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tindak lanjut perhatian pimpinan terhadap kondisi jembatan yang telah digunakan masyarakat selama sekitar 25 tahun. Sementara lantai papan jembatan mengalami kerusakan selama kurang lebih empat tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan personel Polri, TNI, pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat setempat.
Sejumlah pekerjaan dilakukan, mulai dari pemasangan lantai papan hingga pengecatan tiang dan seling baja pengait jembatan. Kapolres Tanggamus bersama personel dan unsur terkait turut terlibat langsung mengangkat material serta menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
Selain renovasi jembatan, Kapolres Tanggamus juga memberikan bantuan penerangan berupa dua unit lampu tenaga surya atau solar panel. Lampu tersebut diharapkan dapat membantu menerangi jembatan pada malam hari.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, renovasi dilakukan untuk memastikan jembatan tersebut kembali aman dan dapat digunakan masyarakat dengan lebih baik.
“Hari ini kita melaksanakan renovasi Jembatan Merah Putih di Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak. Ini merupakan perdana kita melaksanakan renovasi jembatan dan kita bersama-sama bergotong royong untuk membangun serta memperbaiki jembatan ini,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko.
Ia menegaskan, kekuatan dan ketahanan jembatan menjadi perhatian utama dalam proses renovasi. Material yang dinilai tidak layak atau tidak cukup kuat akan diganti agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Untuk mandor ataupun tukangnya benar-benar dipastikan pekerjaannya kuat dan tahan lama. Kalau ada material yang tidak kuat, nanti kita ganti. Karena memang jembatan ini sempat viral dan beberapa tahun lalu juga pernah ada korban yang jatuh di jembatan tersebut,” ujarnya.
Kapolres menjelaskan, jembatan gantung tersebut menjadi akses penghubung bagi masyarakat Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati. Diperkirakan sekitar 200 kepala keluarga menggunakan akses tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Selain menjadi akses antarpekon, jembatan juga menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
“Jembatan ini menghubungkan Pekon Tanjung Jati dengan Tanjung Raja. Penggunanya warga sekitar, kurang lebih 200 KK, dan juga menghubungkan ke sekolah, ada SD dan SMP,” jelasnya.
Kapolres mengungkapkan, saat ini belum terdapat jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat sebagai akses utama kedua wilayah tersebut. Masyarakat memiliki akses melalui bagian bawah sungai, namun kondisi tersebut menjadi kendala ketika musim hujan atau terjadi banjir.
“Kalau musim hujan atau banjir, jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Terkait bantuan lampu panel surya, Kapolres berharap bantuan tersebut dapat membantu menerangi jembatan pada malam hari.
“Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Ada dua unit lampu solar panel, sehingga pada saat malam hari bisa tetap terang. Namun masyarakat tetap harus berhati-hati dalam berkendara maupun saat melintas di jembatan,” pungkasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







