4 Tahun Rusak, 10 Kali Warga Jatuh, Kakon dan Warga Ucapkan Terima Kasih atas Renovasi Jembatan Tanjung Raja-Tanjung Jati Tanggamus

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 23:10

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Perbaikan Jembatan Gantung Tanjung Raja Tanggamus, Selasa 1 September 2026 | Dok. Humas Polres Tanggamus.

Proses Perbaikan Jembatan Gantung Tanjung Raja Tanggamus, Selasa 1 September 2026 | Dok. Humas Polres Tanggamus.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Setelah beberapa tahun mengalami kerusakan, Jembatan Gantung Merah Putih yang menghubungkan Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, akhirnya mendapat renovasi. Kondisi tersebut disambut baik masyarakat yang selama ini tetap menggunakan jembatan meski lantai papannya mengalami kerusakan.

Jembatan yang telah digunakan masyarakat selama sekitar 25 tahun tersebut menjadi akses penting bagi warga kedua pekon dan masyarakat dari sejumlah wilayah lainnya. Namun, selama sekitar empat tahun terakhir, kerusakan lantai papan membuat warga harus berhati-hati saat melintas.

Kepala Pekon Tanjung Jati, Irwansyah, mengatakan kondisi jembatan yang rusak bahkan telah menyebabkan sejumlah warga terjatuh saat melintas. Berdasarkan yang diingatnya, kejadian tersebut sudah sekitar 10 kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau korban jiwa tidak ada, tetapi korban luka dan patah sudah pernah ada. Kalau diingat-ingat, mungkin sudah sekitar 10 kali,” ungkapnya.

Menurut Irwansyah, meski kondisi jembatan rusak, masyarakat tetap menggunakannya karena menjadi salah satu akses utama penghubung Pekon Tanjung Jati dan Pekon Tanjung Raja.

“Selama rusak ini warga tetap melintas di jembatan. Kadang mencari celah karena memang jalan satu-satunya harus dilewati ketika banjir. Mau tidak mau tetap menggunakan jembatan ini,” katanya.

Ia mengatakan warga selama ini juga melakukan perbaikan secara swadaya agar jembatan tetap dapat digunakan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mengatasi kerusakan yang terjadi.

Selain menjadi penghubung kedua pekon, jembatan tersebut juga menjadi akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, termasuk SD dan SMP.

Setelah kembali layak digunakan, Irwansyah memperkirakan sekitar 700 orang akan melintas di jembatan tersebut setiap hari. Penggunanya bukan hanya masyarakat Pekon Tanjung Jati dan Pekon Tanjung Raja, tetapi juga warga dari arah Kelumbayan dan sejumlah wilayah lainnya.

“Kalau nanti sudah aktif lagi, perkiraannya sekitar 700-an yang lalu-lalang setiap hari. Pengguna jembatan bukan hanya berasal dari Pekon Tanjung Jati dan Pekon Tanjung Raja, tetapi juga masyarakat dari luar kedua pekon, termasuk warga dari arah Kelumbayan dan beberapa kecamatan lainnya yang menggunakan akses tersebut,” tutupnya.

Atas renovasi tersebut, Irwansyah mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko yang telah memberikan perhatian dan bantuan terhadap kondisi jembatan.

“Saya sebagai Kepala Pekon Tanjung Jati, mewakili masyarakat, mengucapkan terima kasih yang sangat-sangat luar biasa kepada Bapak Kapolres Tanggamus yang telah memberikan bantuan dan perhatian terhadap jembatan gantung ini. Semoga ke depannya dapat memberikan manfaat yang sangat luar biasa bagi masyarakat, khususnya masyarakat Pekon Tanjung Jati,” kata Irwansyah.

Senada, Kepala Pekon Tanjung Raja, Karnilas Farontaka, juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Tanggamus beserta rombongan yang telah hadir dan memberikan bantuan renovasi jembatan gantung tersebut.

“Kami selaku masyarakat Pekon Tanjung Raja mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Tanggamus beserta rombongan yang telah hadir dalam rangka renovasi jembatan gantung ini,” kata Karnilas.

Karnilas mengatakan jembatan tersebut bukan hanya menjadi penghubung Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, tetapi juga menjadi jalur lintas yang digunakan masyarakat dari berbagai daerah.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung Tanjung Raja dan Tanjung Jati saja, melainkan penghubung antarkawasan karena ini jalur lintas khusus. Jadi penggunanya umum, dari berbagai daerah banyak yang melewati jembatan ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi jembatan selama ini cukup membahayakan. Warga beberapa kali mengalami kecelakaan saat melintas, mulai dari keseleo, luka-luka hingga patah tulang.

“Pernah warga jatuh di sini, bahkan cukup sering. Ada yang keseleo, ada yang luka, bahkan ada yang patah. Kadang sampai jatuh ke bawah sungai. Namun sampai saat ini belum ada yang meninggal,” jelasnya.

Karnilas berharap rencana pembangunan jembatan permanen yang disebut akan direalisasikan tahun ini dapat segera terwujud. Menurutnya, jembatan beton sangat dibutuhkan masyarakat, terutama ketika musim hujan dan banjir.

“Harapan kami mudah-mudahan tahun ini terealisasi jembatan beton,” harapnya.

Sementara itu, pedagang ikan keliling asal Pekon Tanjung Jati, Helmi, mengaku sebelum jembatan rusak dirinya rutin menggunakan akses tersebut untuk berdagang.

“Biasanya saya lewat sini setiap hari. Sebelum rusak sering sekali lewat jembatan ini. Tapi semenjak rusak, saya tidak pernah lagi lewat sini dan memilih lewat jalur air,” kata Helmi.

Helmi mengatakan kondisi tersebut menjadi kendala ketika terjadi banjir karena masyarakat tidak memiliki banyak pilihan akses untuk beraktivitas.

“Kalau banjir bukan pernah lagi, jadi kalau banjir lewat mana lagi? Tidak ada jalan lagi,” ujarnya.

Ia pun menyambut baik renovasi jembatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Polres Tanggamus.

“Terima kasih kepada Polres Tanggamus yang sudah memperbaiki jembatan ini,” tandasnya.

Renovasi jembatan tersebut dilakukan Polres Tanggamus secara gotong royong dengan melibatkan personel Polri, TNI, pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat setempat, Selasa 1 September 2026.

Dalam renovasi tersebut, sejumlah bagian jembatan diperbaiki, terutama lantai papan yang mengalami kerusakan. Selain itu, dilakukan pengecatan pada tiang dan seling baja pengait jembatan.

Polres Tanggamus juga memberikan bantuan penerangan berupa dua unit lampu tenaga surya atau solar panel untuk membantu menerangi jembatan pada malam hari. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru