Prioritastv.com, Lampung – Camat Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Sarif Hidayat Bangsawan, S.STP., M.Si., menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi bersama seluruh kepala pekon dalam menata wilayah kecamatan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian kuat dari kehidupan masyarakat.
Langkah awal yang akan dilakukan adalah menyambangi seluruh pekon yang berada di Kecamatan Kota Agung Barat. Sedikitnya terdapat 16 pekon yang akan menjadi sasaran kunjungan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi dari para kepala pekon dan masyarakat.
Menurut Sarif, pendekatan pembangunan di wilayah tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakter dan kearifan lokal masyarakat. Salah satunya adalah budaya Lampung yang masih kuat, termasuk kehidupan masyarakat di wilayah Kali Miring yang dikenal dengan sebutan Kota Santri karena keberadaan banyak santri dan aktivitas keagamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari situ saya ingin membangun pekon dengan konsep kearifan lokal. Artinya, bagaimanapun caranya harus kolaborasi dengan para kepala pekon. Yang pertama saya harus silaturahmi dulu kepada para kepala pekon, memohon arahan dan bimbingan,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kecamatan Kota Agung Barat bukanlah wilayah yang asing baginya. Bahkan, dirinya memiliki hubungan keluarga dan sejarah dengan daerah tersebut. Ia menyebut neneknya berasal dari Pulau Benawang sehingga memiliki kedekatan dengan masyarakat setempat.
Selain pembangunan berbasis kearifan lokal, Sarif juga menyoroti pentingnya sektor pendidikan. Terkait kemungkinan mendorong program pendidikan kesetaraan seperti Paket C secara gratis bagi masyarakat yang tidak melanjutkan pendidikan formal, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus memiliki dasar hukum dan aturan yang jelas.
“Kalau berbicara tentang kebijakan, kecamatan ini adalah perpanjangan tangan dari pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati. Bilamana ada aturan, landasan ataupun suratnya, pasti kami tindak lanjuti dari kecamatan. Saya harus membaca dulu aturannya, landasannya seperti apa. Tidak mungkin langsung berbicara kepada masyarakat ataupun kepala pekon tanpa ada dasar,” jelasnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Sarif mengatakan dirinya akan menyelaraskan program kecamatan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus. Untuk tahap awal, perhatian akan diarahkan pada penataan internal kecamatan, terutama sumber daya manusia (SDM) serta aspek kebersihan lingkungan.
“Program awal yaitu yang pertama saya harus menata dulu kecamatannya, dari SDM-nya, kemudian dari aspek kebersihannya di kecamatan seperti apa. Itu yang menjadi program saya pertama,” katanya.
Ia juga berencana lebih aktif turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan sambang warga. Menurutnya, pendekatan langsung diperlukan agar pemerintah kecamatan dapat mengetahui kondisi sekaligus kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Harapannya yang jelas satu, yang terpenting ikuti aturan. Yang kedua, disiplin, khususnya untuk SDM,” pungkasnya.
Diketahui, Sarif Hidayat Bangsawan resmi dilantik sebagai Camat Kota Agung Barat oleh Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi, bersama 77 pejabat lainnya dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 78 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Rabu (26/8/2026), di Gedung Serba Guna Islamic Center Kotaagung.
Selain sebagai aparatur pemerintahan, Sarif juga dikenal sebagai tokoh adat Tanggamus. Ia menyandang gelar Pangeran Ya Sangun Khatu Dipertuan Ke-Lima dari Marga Buay Takkhugak, sebuah gelar kepemimpinan adat yang diwariskan secara turun-temurun. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari kedekatannya dengan masyarakat dan kearifan lokal di wilayah Kecamatan Kota Agung Barat.
Sebelum menjabat sebagai camat, Sarif diketahui pernah bertugas sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Kotaagung, kemudian dipercaya menjabat Kabid Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus. Ia merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 23 dan menyelesaikan pendidikan pada 2016, kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) dan lulus pada 2020.
Sarif Hidayat Bangsawan, menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Patoman, Pagelaran, kemudian SMP Negeri 1 Talang Padang dan melanjutkan pendidikan SMA di Bandar Lampung. Setelah menyelesaikan pendidikan kedinasan di IPDN, ia melanjutkan pengembangan akademik hingga jenjang magister. (*)

Zulkarnain adalah Wakabiro Provinsi Lampung, Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Provinsi Lampung.







