Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Melanda Sejumlah Wilayah Pematang Sawa Tanggamus

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 09:11

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto warga Karang Brak, Pematang Sawa, Tanggamus yang beraktifitas mengenakan masker termasuk para pelajar yang berangkat sekolah, Sabtu 5 September 2026 | Sungatno/Media Prioritastv.com.

Kolase foto warga Karang Brak, Pematang Sawa, Tanggamus yang beraktifitas mengenakan masker termasuk para pelajar yang berangkat sekolah, Sabtu 5 September 2026 | Sungatno/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Abu vulkanik terdeteksi di wilayah Pekon Karang Brak. Material abu terlihat menempel pada pepohonan, termasuk daun pisang, serta atap-atap rumah warga. Menurut pengamatan warga, jarak pandang di tengah hujan abu di wilayah tersebut sekitar 300 meter.

Suwarno, warga Pekon Karang Brak, mengatakan abu vulkanik terlihat di sekitar permukiman warga dan menempel pada sejumlah bagian lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di sini hujan debu, terlihat menempel di pepohonan pisang dan atap rumah,” kata Suwarno kepada Media Prioritastv.com.

Hujan abu juga dirasakan warga di Pekon Tirom. Heldi, warga Pekon Tirom, membenarkan wilayah tersebut turut terdampak hujan debu vulkanik.

“Iya benar di sini juga ikut hujan debu,” kata Heldo.

Selain Pekon Karang Brak dan Pekon Tirom, hujan debu vulkanik juga menyentuh Pekon Teluk Brak. Mail, warga Pekon Tirom yang sedang berkunjung ke rumah adiknya di wilayah Pekon Teluk Brak, mengatakan kondisi serupa juga terjadi di lokasi tersebut.

“Iya, di sini juga sama aja, hujan debu,” ujar Mail.

Kepala Pekon Karang Brak, Hendra Gunawan, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama hujan abu masih terjadi.

“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak dulu banyak beraktivitas di luar ruangan. Kalau ada kegiatan di luar ruangan tetap menggunakan masker dan kacamata demi menjaga kesehatan,” imbau Hendra Gunawan.

Hujan abu tersebut terjadi setelah Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda mengalami erupsi berulang sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Rioboniek Situmorang, sebelumnya mengatakan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga laporan dibuat.

“Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau erupsi menerus, berlangsung sejak tanggal 04 September 2026 pukul 23:07 WIB hingga saat laporan ini dibuat,” kata Rioboniek Situmorang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali tercatat pada Jumat (4/9/2026) malam. Berdasarkan laporan pemantauan, erupsi terjadi pada pukul 22.03 WIB dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi 29 detik.

Selanjutnya pada pukul 22.11 WIB, kembali terjadi erupsi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 40 detik. Aktivitas kemudian tercatat pada pukul 22.42 WIB dengan amplitudo maksimum 70 milimeter selama 56 detik dan pukul 22.53 WIB dengan amplitudo maksimum 70 milimeter selama 40 detik.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut kemudian berlangsung secara menerus hingga laporan dibuat pada Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Pada pukul 00.01 WIB, Sabtu (5/9/2026), Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Dalam laporan pemantauan, visual letusan tidak teramati, namun aktivitas erupsi masih berlangsung.

Sebelumnya pada Jumat pagi, erupsi juga tercatat pada pukul 04.11 WIB, 04.19 WIB, 04.28 WIB dan 05.46 WIB. Pada erupsi pukul 05.46 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut dan bergerak ke arah barat serta barat laut. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru