Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus memperbarui laporan sebaran hujan abu vulkanik yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Berdasarkan laporan situasi terkini Pusdalops BPBD Tanggamus, hujan abu vulkanik mulai terjadi sejak Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Hingga Minggu (6/9/2026) sore, kondisi tersebut masih dilaporkan berlangsung di sejumlah wilayah.
Laporan yang diperbarui pada Minggu (6/9/2026) pukul 16.30 WIB mencatat sedikitnya 20 kecamatan terdampak hujan abu vulkanik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, Kota Agung, Kotaagung Timur, Kelumbayan Barat, Bandar Negeri Semuong, Kotaagung Barat, Wonosobo, Kelumbayan, Limau, Ulu Belu, Gisting, Pulau Panggung, Bulok, Gunung Alip, Sumberejo, Air Naningan, Talang Padang, dan Pugung.
Dampak hujan abu vulkanik tersebut mulai dirasakan masyarakat, antara lain terganggunya aktivitas warga dan menurunnya jarak pandang. Kondisi tersebut juga menyebabkan kegiatan belajar di sejumlah wilayah terdampak harus dihentikan sementara.
Selain mengganggu aktivitas, paparan abu vulkanik juga berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan masyarakat, sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan perlindungan diri, khususnya masker, saat beraktivitas di luar rumah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
“Pemantauan dilakukan melalui Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB), sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap dampak hujan abu vulkanik dapat dilakukan secara cepat,” kata Hendarman Wahid kepada Media Prioritastv.com, Minggu 6 September 2026, malam.
Hendarman menyebut, Dinas Kesehatan Tanggamus telah mengambil langkah antisipasi dengan membentuk posko kesehatan, membagikan masker kepada masyarakat serta menyiapkan obat-obatan yang diperlukan.
Sejumlah unsur juga dilibatkan dalam pemantauan dan penanganan dampak bencana tersebut. Di antaranya TNI-Polri, Dinas Sosial melalui personel TAGANA, Dinas Perhubungan, Basarnas Pos SAR Tanggamus serta RAPI.
“Kebutuhan yang masih diperlukan dalam penanganan di lapangan antara lain masker dan obat-obatan,” ujarnya.
Hendarman meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun penanganan darurat, dapat menghubungi Call Center BPBD Tanggamus di 0722-7220251 atau PUSDALOPS di 0821-8397-1011.
“BPBD Tanggamus bersama instansi terkait hingga kini terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap masyarakat di wilayah terdampak,” tandanya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







