Prioritastv.com | Tanggamus, Lampung — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pekon Belu, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, diliburkan sementara selama dua hari setelah terdampak banjir akibat luapan Sungai Way Belu, Selasa (22/9/2026).
Keputusan tersebut diambil Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus setelah meninjau kondisi sekolah yang terdampak banjir pada Selasa pagi. Sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas serta meja dan kursi belajar, belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus Viktor Libradi mengatakan, pihaknya langsung melakukan peninjauan setelah menerima informasi terkait banjir yang melanda wilayah Pekon Belu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hasil tinjauan kami di lapangan, fasilitas ruang kelas, meja kursi belajar belum bisa dipakai untuk KBM,” kata Viktor, Rabu 23 September 2026.
Melihat kondisi tersebut, KBM di SDN 1 Belu diliburkan sementara selama dua hari, yakni Selasa (22/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026). Selama sekolah diliburkan, kegiatan belajar mengajar dialihkan secara daring.
“KBM dialihkan secara daring, dengan tetap berpedoman kurikulum. Kami sedang meminta bantuan Damkar untuk membersihkan lumpur yang masih menggenang,” tandasnya.
Diketahui, banjir terjadi sekitar pukul 02.30 WIB setelah tanggul penahan Sungai Way Belu jebol. Kondisi tersebut dipicu hujan yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Kotaagung Barat sejak sekitar pukul 19.00 WIB pada Senin (21/9/2026).
Kasi Kedaruratan BPBD Tanggamus Budiman mengatakan, tingginya debit air membuat tanggul tidak mampu menahan derasnya aliran sungai hingga akhirnya jebol dan air menggenangi permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai.
“Sebanyak ratusan rumah penduduk terdampak banjir, yakni Pekon Belu, Negara Batin, Teba Bunuk dan Tanjung Agung. Namun yang paling terdampak Belu dan Negara Batin,” kata Budiman.
Selain permukiman warga, banjir juga berdampak terhadap puluhan hektare lahan persawahan dan sejumlah fasilitas publik, termasuk sekolah.
Budiman mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, pihak kecamatan dan aparatur pekon masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta pendataan dampak banjir.
“Untuk jumlah pastinya berapa sekolah, berapa luas lahan pertanian dan rumah warga yang terdampak banjir, kita belum tahu. Kita masih melakukan assessment dan berkoordinasi dengan pihak pekon dan kecamatan,” tutupnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







