Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Antara Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Apakah ‘Cucu’ Gunung Berapi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 18:04

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daratan baru di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung yang videonya viral.

Daratan baru di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung yang videonya viral.

Prioritastv.com, Lampung – Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), tepatnya di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Kabupaten Lampung Selatan.

Kemunculan daratan tersebut diketahui merupakan akumulasi material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Anak Krakatau selama aktivitas erupsi. Material hasil letusan kemudian menumpuk di sekitar kawasan gunung api hingga membentuk daratan baru.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno membenarkan adanya daratan baru tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Oh iya, memang benar,” kata Suwarno saat dikonfirmasi pada Rabu (23/9/2026).

Menurut Suwarno, daratan baru itu bukan terbentuk secara tiba-tiba setelah aktivitas erupsi terakhir. Material pembentuknya mulai terlihat seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak status gunung api tersebut dinaikkan menjadi Level III (Siaga) pada 2 Juli 2026.

“Ya, hasil dari letusan kemarin itu. Kurang lebih 30,3 hektar,” ujar Suwarno.

Ia menjelaskan, lokasi daratan baru tersebut masih berada di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung. Material yang membentuknya merupakan hasil lontaran erupsi yang terakumulasi di kawasan tersebut.

“Ya, enggak jauh, di sekitar itu aja. Hasil dari situ, lontaran apa… hasil erupsi kemarin itu di situ,” katanya.

Kemunculan daratan baru itu kemudian menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan terbentuknya gunung api baru atau yang disebut masyarakat sebagai “cucu” Krakatau.

Namun, Suwarno mengatakan kemunculan daratan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa telah terbentuk gunung api baru.

“Ya, enggak jugalah, enggak,” ujarnya ketika ditanya mengenai kemungkinan munculnya “cucu Krakatau”.

Suwarno menjelaskan, Gunung Anak Krakatau tetap memiliki sistem saluran magma di bawah permukaan. Namun, keberadaan material vulkanik di permukaan belum menunjukkan adanya saluran magma baru atau pusat erupsi baru di lokasi daratan tersebut.

“Ya, namanya magma gitu kan, dia mencari celah-celah yang lebih ringan akan keluar,” kata dia.

Ia menambahkan, kondisi di bawah permukaan bumi tidak dapat diketahui hanya berdasarkan kemunculan material di permukaan.

“Enggak tahu juga gitu kan, namanya di dalam, di dalam bumi kita enggak tahu,” ujarnya.

Terkait kemungkinan munculnya pusat erupsi baru, Suwarno mengatakan hal tersebut masih belum dapat dipastikan. Pihaknya juga belum mengetahui apakah terdapat pergerakan magma yang mengarah ke daratan baru tersebut.

“Kalau masalah akan keluar cucunya, belum kita ketahui,” katanya.

Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Sebelumnya, status GAK diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB setelah dilakukan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas erupsi, kegempaan, dan deformasi.

Meski statusnya turun, masyarakat tetap diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pada Level II, terdapat rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru