Prioritastv.com, Lampung – Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lampung akan mengevaluasi jenis buah yang disajikan kepada siswa sekolah dasar (SD), menyusul meninggalnya seorang siswa SD Negeri 03 Poncowarno, Lampung Tengah, setelah tersedak biji buah kelengkeng dalam menu MBG.
Kepala Satgas MBG Lampung Saipul mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi dalam penyediaan makanan bagi anak, khususnya siswa SD kelas rendah.
Menurut Saipul, petunjuk teknis (juknis) MBG memang tidak mengatur secara spesifik jenis buah yang harus diberikan. Namun, aspek keamanan makanan bagi anak akan menjadi perhatian dalam penyusunan menu ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang di juknis tidak memastikan atau secara spesifik jenis makanan, ya, tetapi memang ke depan harus jadi perhatian, pembelajaran terhadap kasus yang terjadi,” kata Saipul, Jumat (25/9/2026).
Saipul mengatakan, untuk siswa SD kelas 1 hingga kelas 3, buah yang diberikan sebaiknya sudah dalam kondisi siap dimakan, termasuk tidak memiliki kulit maupun biji yang harus dipisahkan oleh anak.
“Untuk anak-anak SD itu sebaiknya buah-buahan itu yang tidak ada kulitnya lagi, tidak ada biji,” ujarnya.
Ia menyebut kelengkeng dan salak sebagai contoh buah yang akan menjadi perhatian dalam penyusunan menu bagi siswa kelas rendah. Buah yang bertekstur keras juga dinilai perlu dipertimbangkan kembali.
“Untuk anak-anak itu, terutama kelas 1 SD, kelas 2, kelas 3 itu jangan dipakai yang kayak kelengkeng, misalnya salak, atau mungkin yang keras-keras,” kata Saipul.
Selain mengevaluasi jenis buah, Satgas MBG Lampung juga akan kembali melakukan sosialisasi kepada pihak terkait mengenai penyajian makanan yang aman bagi anak.
Saipul mengatakan, pengawasan terhadap siswa ketika menyantap makanan MBG juga akan menjadi perhatian. Namun, pengawasan secara khusus terhadap setiap anak dinilai sulit dilakukan sehingga pihaknya akan memberikan imbauan kepada sekolah.
“Ya kita imbaulah, kalau pengawasan agak repot lah kita, kita imbaulah,” katanya.
Diketahui, evaluasi tersebut dilakukan setelah Reyhan Arisyah Putra (9), siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal dunia setelah tersedak saat menyantap buah kelengkeng yang menjadi bagian dari menu MBG, Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan keterangan polisi, Reyhan sempat bermain dan berlari-larian bersama teman-temannya ketika menyantap buah tersebut. Korban kemudian tersedak, memegang leher dan meminta pertolongan.
Pihak sekolah sempat memberikan pertolongan sebelum korban dibawa ke Puskesmas Poncowarno dan kemudian dirujuk ke RS Kartini Kalirejo. Namun, setibanya di instalasi gawat darurat (IGD), korban dinyatakan meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP M Prenanta Al Ghazali mengatakan, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi.
Sebelumnya, Kepala SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno Yogi Ganda mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan koordinator wilayah untuk sementara menghindari penggunaan buah kelengkeng dalam menu MBG.
Sementara itu, Kesubag Tata Usaha KPPG Bengkulu-Lampung Fitra Alfarisi mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Namun, pihaknya belum memberikan keterangan lebih jauh karena masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. (*)
Saripudin, S.Kom, M.H. adalah Wartawan yang Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







