Prioritastv.com, Pesisir Barat, Lampung -Sebanyak 42 pekon di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) bersiap melaksanakan Pemilihan Peratin (Pilratin) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026 mendatang.
Adapun 42 pekon yang akan melaksanakan Pilratin serentak tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat.
Rinciannya, Kecamatan Pesisir Tengah meliputi Pekon Rawas. Kecamatan Pesisir Selatan meliputi Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Sumur Jaya dan Tulung Bamban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, Kecamatan Lemong meliputi Pekon Lemong, Malaya, Bambang dan Penengahan. Kecamatan Pesisir Utara meliputi Pekon Negeri Ratu, Kerbang Dalam, Kota Karang, Way Narta dan Gedau.
Kecamatan Karya Penggawa meliputi Pekon Kebuayan, Way Sindi Hanuan dan Asahan Way Sindi. Kemudian Kecamatan Way Krui meliputi Pekon Ulu Krui, Gunung Kemala, Penggawa Lima dan Gunung Kemala Timur.
Kecamatan Krui Selatan meliputi Pekon Balai Kencana, Walur, Mandiri Sejati, Padang Raya dan Sukajadi. Sementara Kecamatan Ngambur meliputi Pekon Pekon Mon, Gedung Cahya Kuningan dan Bumi Ratu.
Untuk Kecamatan Ngaras, Pilratin dilaksanakan di Pekon Kota Batu, Mulang Maya, Rajabasa, Pardasuka, Padang Dalam, Suka Maju, Sukarame dan Bandar Jaya.
Sedangkan Kecamatan Bangkunat meliputi Pekon Sukamarga, Sukanegeri, Siring Gading, Way Tias, Tanjung Rejo dan Pagar Bukit Induk.
Menghadapi pesta demokrasi tingkat pekon tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Ali Rahman, menyerukan agar seluruh tahapan Pilratin berlangsung secara demokratis, aman, tertib dan kondusif.
Ali Rahman yang merupakan anggota DPRD Pesisir Barat dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga menyampaikan sikap netral dalam pelaksanaan Pilratin di sejumlah pekon, khususnya wilayah Dapil II yang meliputi Kecamatan Pesisir Selatan dan Kecamatan Ngambur.
Menurut Ali Rahman, sikap netral tersebut penting untuk memberikan ruang kebebasan kepada masyarakat dalam menentukan pilihan sesuai hati nurani tanpa adanya tekanan maupun keberpihakan.
“Sikap netral saya sampaikan guna memberikan ruang kebebasan seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat dan para calon peratin untuk menjalankan proses demokrasi yang sehat dan akuntabel. Harapannya, dapat melahirkan peratin yang baik berdasarkan suara masyarakat terbanyak,” kata Ali Rahman.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat yang pekonnya melaksanakan Pilratin untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Ali Rahman menilai perbedaan pilihan dalam sebuah proses demokrasi merupakan hal yang wajar. Karena itu, perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi sumber persoalan yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
“Perbedaan pilihan dalam pemilihan peratin diharapkan tidak menjadi sumber persoalan di tengah masyarakat, sehingga pesta demokrasi tingkat pekon dapat berlangsung dalam suasana rukun, tertib, damai dan aman,” ujarnya.
Ia berharap seluruh masyarakat tetap menjaga kondusivitas hingga seluruh rangkaian tahapan Pilratin selesai, termasuk pada hari pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026.
“Yang paling penting, seluruh masyarakat tetap menjaga kondusivitas, sehingga pelaksanaan Pilratin serentak pada 29 Oktober 2026 dapat berjalan lancar dan damai,” jelasnya.
Dengan pelaksanaan Pilratin yang tinggal menunggu tahapan selanjutnya, Ali Rahman kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghormati perbedaan pilihan.
“Tentunya hal ini agar pesta demokrasi tingkat pekon di Kabupaten Pesisir Barat dapat berlangsung aman, tertib dan damai,” tandasnya. (*)

Suroso adalah wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Pesisir Barat.







