Prioritastv.com, Lampung Barat – Kasus pembunuhan terhadap Surya Zainal (54) di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, mulai terungkap. Korban tewas setelah terlibat cekcok dengan Husni Tamrin (63), yang kesal karena ditagih angsuran kredit peralatan rumah tangga milik istrinya.
Husni, warga Pekon Sukaraja, telah menyerahkan diri dan kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampung Barat. Polisi masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya korban.
Kasatreskrim Polres Lampung Barat Iptu Rudy Prawira mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika korban datang ke rumah Husni untuk menagih angsuran utang yang berkaitan dengan istri pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya, jadi peristiwa ini terjadi setelah korban datang ke rumah pelaku untuk menagih angsuran utang yang berkaitan dengan istri pelaku,” ujar Rudy, Rabu (7/10/2026).
Rudi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Husni baru pulang dari wilayah Sekincau setelah menawarkan kebunnya untuk dijual. Setibanya di rumah, ia mendapati korban mengetuk pintu.
Husni kemudian membuka pintu dan korban menanyakan keberadaan istrinya. Pelaku menyampaikan bahwa istrinya belum pulang. Korban kemudian menyampaikan maksud kedatangannya untuk menagih kewajiban pembayaran angsuran kredit perabotan rumah tangga.
“Pelaku awalnya sempat meminta korban masuk ke dalam rumah tapi korban menolak. Pelaku kemudian menyuruh korban pulang dan menawarkan uang 500 ribu sebagai pembayaran awal,” ucap Rudy.
Namun, tawaran tersebut tidak diterima korban. Keduanya kemudian terlibat perdebatan mengenai pembayaran angsuran. Pelaku bahkan meminta persoalan utang tersebut diselesaikan melalui jalur hukum.
Korban tetap meminta agar kewajiban angsuran istrinya dibayarkan saat itu. Situasi kemudian memanas hingga Husni masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah golok.
“Pelaku keluar rumah langsung menghampiri korban dan membacok bagian leher menggunakan golok tersebut. Pembacokan dilakukan sebanyak dua kali hingga korban terkapar,” ungkap Rudy.
Setelah korban terkapar, Husni meninggalkan lokasi dan berlari ke bagian belakang rumah. Polisi menyebut pelaku sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seutas tali, namun upaya tersebut gagal karena tali terputus.
Husni kemudian mendatangi rumah keponakannya bernama Asminudin. Ia meminta diantarkan ke Pos Pol Way Tenong untuk menyerahkan diri kepada polisi dan menjalani proses hukum.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi, untuk mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia,” imbuhnya. (*)

Kamto Winendra adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Lampung Barat.







