Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung -Polsek Pulau Panggung masih mendalami penyebab seorang pria bernama Sarifudin (34), warga Dusun Sumber Tengah, Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon alpukat, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal bersama tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Panggung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas menemukan bekas jeratan pada bagian leher serta kondisi lidah tergigit.
“Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ditemukan bekas jeratan pada bagian leher dan kondisi lidah tergigit,” kata Iptu Suamin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH Hudi Arif, Kamis (8/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh Sutrisno, seorang warga yang saat itu hendak melakukan aktivitas mengambil nira aren di sekitar lokasi. Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Pulau Panggung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengamankan tempat kejadian perkara.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan seutas tali berwarna merah dengan panjang sekitar 180 sentimeter. Tali tersebut melilit pada bagian leher korban, sedangkan ujung lainnya terikat pada pohon alpukat yang berada di belakang rumah korban.
Petugas juga menggali informasi mengenai kondisi kehidupan korban. Sarifudin diketahui sehari-hari bekerja sebagai pengantar paket Shopee. Ia berasal dari Pekon Dadapan, Kecamatan Sumberejo, kemudian menikah dengan warga Pekon Tekad dan tinggal bersama istri serta dua orang anaknya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban disebut kerap terlibat pertengkaran dengan istrinya yang berkaitan dengan persoalan ekonomi. Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang turut didalami polisi dalam penanganan peristiwa tersebut.
“Dari keterangan yang kami peroleh, korban memang memiliki persoalan dalam rumah tangga, terutama terkait masalah ekonomi. Namun, untuk keseluruhan penyebabnya masih kami dalami berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga,” ungkap Iptu Suamin.
Iptu Suamin menyebut, setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans pekon oleh Kepala Pekon Dadapan untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Pemindahan jenazah dilakukan atas permintaan keluarga korban.
Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat surat pernyataan terkait penolakan tersebut. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Polsek Pulau Panggung mengimbau masyarakat yang menghadapi persoalan keluarga, tekanan ekonomi maupun masalah pribadi agar tidak menghadapi kondisi tersebut seorang diri dan segera mencari dukungan dari keluarga, orang yang dipercaya, tenaga kesehatan maupun pihak terkait.
“Masyarakat diminta saling memperhatikan kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Jika menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan atau menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, segera berikan bantuan dan hubungi pihak berwenang atau layanan kesehatan terdekat,” imbau Iptu Suamin.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan Sarif, seorang pengantar paket, meninggal dunia di area belakang rumahnya di Dusun Sumber Tengah, Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, saat seorang warga hendak mengambil nira aren pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban yang diketahui berasal dari Pekon Dadapan, Kecamatan Sumberejo, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pulau Panggung dan setelah proses pemeriksaan selesai dibawa ke rumah duka di Pekon Dadapan. (*)

Herman adalah Wartawan yang aktif meliput berita peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Tanggamus.







