Prioritastv.com, Metro, Lampung – Kebijakan penataan Shopping Center Metro memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Perbincangan di media sosial memperlihatkan dukungan terhadap rencana pembongkaran, kekhawatiran mengenai nasib pedagang, hingga nostalgia warga terhadap pusat perbelanjaan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Metro.
Sebagian warganet mendukung rencana pembongkaran dengan alasan keamanan, keselamatan, dan penataan kawasan perkotaan. Muhamad Savi’i menyampaikan pandangannya melalui komentar, “Mungkin alasan Pemkot membongkar demi keamanan dan keselamatan.”
Dukungan serupa disampaikan akun Fajri Utama melalui komentar singkat, “SETUJU BONGKAR.” Sementara itu, Bowo Sutrisno dan Husni Tamrin turut menyinggung persoalan masa berlaku HGU dan HGB. Akun Dokter Curhat juga mengusulkan agar kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, rencana penataan itu tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Sejumlah warganet mempertanyakan kebijakan pembongkaran, terutama terkait kondisi ekonomi dan keberlangsungan usaha para pedagang.
Marwan Kus menyampaikan kritik melalui komentar, “Knp lg…ini.lg jaman susah gini.” Herman Herman juga menyampaikan penolakan terhadap rencana pembongkaran tersebut.
Kekhawatiran mengenai tempat berjualan bagi pedagang turut menjadi perhatian. Sidik Siswo Pratikto mengingatkan pemerintah agar menyiapkan lokasi pengganti terlebih dahulu.
“Siapkan dulu lahan untuk pedagangnya,” tulis Sidik Siswo Pratikto dalam komentarnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Hera dan Sunarsih Nya Cila yang menyoroti nasib pedagang apabila penataan dilakukan tanpa kepastian tempat berjualan.
Di luar pro dan kontra tersebut, pembahasan mengenai Shopping Center Metro juga membangkitkan kenangan warga terhadap pusat perbelanjaan itu. Muhadi mengenangnya sebagai pasar yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat.
“Pasar paling keren di masanya,” tulis Muhadi.
Sementara itu, Ibett Broo mengenang Shopping Center sebagai pasar modern pertama di Metro. Warganet lainnya menceritakan pengalaman berbelanja pakaian, sepatu, dan sepeda di tempat tersebut.
Ada pula kenangan masa sekolah, mulai dari kebiasaan bermain di pegangan tangga hingga menikmati bandrek sepulang sekolah, sebagaimana diceritakan akun Diajeng Emaema dan Bangka Godar.
Di tengah beragam tanggapan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Kota Metro, Ardah, menegaskan bahwa pemasangan pengumuman penghentian retribusi merupakan bagian dari upaya penataan Shopping Center.
Keterangan tersebut menjadi penegasan di tengah beredarnya informasi di media sosial yang disampaikan akun Reni Irawati dengan narasi, “Proses pengosongan pasar shopping Kota Metro Berakhir kisruh.”
“Pemerintah Kota Metro belum memastikan jadwal pelaksanaan pembongkaran bangunan pertokoan tersebut,” kata Ardah.
Ia menegaskan bahwa rencana pembongkaran tetap berlanjut, meskipun waktu pelaksanaannya belum ditentukan.
“Perencanaan pembongkaran akan tetap berjalan, kalau berencana boleh kan, namun kami belum bisa memastikan kapan waktunya. Ini upaya kami dalam pengelolaan dan penataan Shopping Center,” tegasnya. (*)
Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.







