Prioritastv.com, Lampung – Kepedulian warga terhadap kondisi infrastruktur desa mendorong masyarakat Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, bergotong royong membangun jalan menggunakan dana swadaya. Upaya yang dilakukan secara bertahap selama sekitar enam bulan terakhir itu diperkirakan menelan biaya hingga Rp15 miliar untuk cakupan pembangunan di seluruh desa.
Perbaikan jalan tersebut dilakukan melalui iuran pribadi warga tanpa mengandalkan bantuan anggaran pemerintah. Inisiatif ini muncul dari keinginan masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan akses jalan yang sebelumnya masih berupa susunan batu dan dinilai menghambat mobilitas sehari-hari.
Salah seorang warga, Paryanto, mengatakan pengerjaan jalan masih terus berlangsung hingga seluruh target perbaikan dapat diselesaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masih terus berlanjut ini sampai selesai,” ujar Paryanto dikutip Sabtu, (17/10/2026).
Menurut Paryanto, gagasan membangun jalan secara swadaya terinspirasi dari dusun tetangga yang lebih dahulu melakukan perbaikan secara bertahap.
Hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat kemudian mendorong warga Bandar Agung melakukan upaya serupa dengan mengandalkan kebersamaan dan gotong royong.
Ia menjelaskan, kebutuhan biaya pembangunan dihitung berdasarkan titik perempatan jalan yang dikerjakan. Untuk satu titik perempatan, biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar, meskipun jumlah akhirnya dapat berbeda sesuai kebutuhan pengerjaan.
“Satu perempatan itu kalau satu perempatan ya sekitar satu miliar, diperinci kurang lebihnya,” ungkapnya.
Dalam satu jalur utama, terdapat sedikitnya delapan titik perempatan yang menjadi bagian dari pengerjaan jalan tersebut. Sementara itu, dengan cakupan pembangunan di seluruh desa yang terdiri dari sekitar 27 kebayanan, total dana swadaya yang diperkirakan terkumpul dan dibutuhkan untuk pembangunan mencapai kurang lebih Rp15 miliar.
Meski harus mengeluarkan uang dari kantong sendiri, Paryanto menyebut warga merasa senang dan bangga karena dapat berpartisipasi langsung memperbaiki infrastruktur di lingkungan mereka. Baginya, upaya tersebut menjadi bentuk kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Perasaannya ya senang, bangga kita. Kita mengeluarkan biaya sendiri, kita banggalah,” tuturnya. (*)
Saripudin, S.Kom, M.H. adalah Wartawan yang Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







