Warga Sekincau Lampung Barat Terlibat Pemulihan Hutan, PT Star Energy Targetkan 110 Hektare

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:17

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga dalam binaan PT Star Energy saat melakukan penanaman pohon di wilayah Lampung Barat, Minggu 18 Oktober 2026 | Kamto Winendra/Media Prioritastv.com.

Warga dalam binaan PT Star Energy saat melakukan penanaman pohon di wilayah Lampung Barat, Minggu 18 Oktober 2026 | Kamto Winendra/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Lampung Barat – PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS) bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) melibatkan masyarakat dalam program pemulihan ekosistem hutan di Sekincau, Lampung Barat. Program tersebut menargetkan pemulihan kawasan seluas 110 hektare selama tahap eksplorasi.

Pada 2026, Star Energy menargetkan pemulihan 60 hektare hutan. Dari target tersebut, sebanyak 9.300 pohon asli telah ditanam di lahan seluas 10 hektare. Program akan dilanjutkan pada 2027 dengan penambahan area pemulihan seluas 50 hektare.

Kegiatan pemulihan meliputi penanaman, perawatan, dan pemantauan pohon. Sejumlah jenis pohon asli yang ditanam antara lain pulai, damar, meranti, medang, dan merawan. Pemilihan tanaman dilakukan berdasarkan kajian lingkungan serta arahan teknis BBTNBBS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini juga melibatkan warga dan kelompok tani setempat. Kegiatan penanaman dan perawatan pohon memberikan kesempatan kerja sekaligus penghasilan tambahan bagi masyarakat, terutama setelah musim panen kopi berakhir.

Ke depan, kelompok tani berpotensi dilibatkan dalam penyediaan bibit, penanaman, dan perawatan pohon. Star Energy Geothermal bersama BBTNBBS dan masyarakat juga menjajaki kemungkinan penanaman pohon bernilai ekonomi, seperti petai, jengkol, dan durian, dengan tetap memperhatikan kondisi lahan serta ketentuan di kawasan taman nasional.

Head of Social Investment, Policy and Communications PT Star Energy Geothermal, Laksmi Prasvita, mengatakan keberhasilan pemulihan ekosistem tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlangsungan perawatan dan pertumbuhannya.

“Bagi kami, keberhasilan pemulihan hutan bukan hanya soal berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi bagaimana pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dan dijaga dalam jangka panjang. Kami ingin masyarakat ikut mengambil peran, sekaligus menjajaki peluang agar kegiatan menjaga hutan juga memberikan manfaat bagi kehidupan mereka,” kata Laksmi, Minggu 18 Oktober 2026.

Sugeng, warga Srimenanti, mengatakan pekerjaan penanaman pohon membantu menambah penghasilannya ketika pekerjaan di kebun kopi berkurang.

“Setelah musim panen kopi selesai, pekerjaan di kebun berkurang. Karena itu, kesempatan ini sangat membantu menambah penghasilan. Sebagian saya tabung untuk persiapan berumah tangga dan sebagian lagi untuk membantu kebutuhan orang tua,” kata Sugeng.

Ketua Kelompok Tani Maju Berkarya Srimenanti, Zainal Abidin, mengatakan keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia berharap program pemulihan hutan dapat berlanjut dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kesempatan ini membawa berkah, terutama setelah musim panen selesai. Penghasilan tambahan ini membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk kebutuhan dapur dan uang jajan anak sekolah. Kami juga mendapat pengalaman baru dalam merawat tanaman,” ujar Zainal. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru