Ditemukan Keponakannya, Duda di Pringsewu Tergantung di Ruang Tamu

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 10:22

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi saat melakukan identifikasi dugaan bunuh diri di Pekon Sukoharjo 1, Sukoharjo, Pringsewu, Rabu 7 Mei 2025 | Dok. Humas Polres Pringsewu.

Polisi saat melakukan identifikasi dugaan bunuh diri di Pekon Sukoharjo 1, Sukoharjo, Pringsewu, Rabu 7 Mei 2025 | Dok. Humas Polres Pringsewu.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung –
DISCLAIMER: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria berinisial PN (37), warga Pekon Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Rabu sore (7/5/2025).

Korban, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan diduga mengalami tekanan psikologis berat sebelum kematiannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :

Surat Perpisahan Korban Gantung Diri di Pringsewu Ungkap Tekanan Hidup dan Asmara.

Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko, Kamis (8/5/2025), mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan peristiwa ini pertama kali diketahui oleh keponakannya, Sapta (16), yang datang untuk meminjam senter sekitar pukul 15.40 WIB.

“Saat pintu dibuka, Sapta terkejut mendapati korban sudah tidak bernyawa di ruang tamu. Saksi langsung berteriak minta tolong ke warga sekitar,” kata AKP Juniko, Kamis (8/5/2025).

Baca Juga :

Wanita Bernama Evi Disebut dalam Surat Korban Gantung Diri di Pringsewu: “Evi Cuma Mainin Perasaanku”.

Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Pringsewu dan tenaga medis Puskesmas Sukoharjo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

Pihak keluarga menolak otopsi dan menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah.

“Dugaan kuat tidak ada indikasi pidana, dan korban meninggal akibat bundir,” pungkas AKP Juniko. (Samuel)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru