Dipakai Angkutan Galian Tambang, Jalan Tambahrejo Pringsewu Memprihatinkan dan Warga Tuntut Pemerintah Bertindak

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 16:52

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pengendara melintas perlahan di jalan rusak dan berdebu di Pekon Tambahrejo, Gadingrejo, Pringsewu, Rabu (12/11/2025).(Foto: Prioritas tv.com/istimewa)

Sejumlah pengendara melintas perlahan di jalan rusak dan berdebu di Pekon Tambahrejo, Gadingrejo, Pringsewu, Rabu (12/11/2025).(Foto: Prioritas tv.com/istimewa)

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Jalan kabupaten di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, kini menjadi sorotan warga. Pasalnya, jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer itu mengalami kerusakan parah akibat sering dilalui truk bermuatan batu dari tiga lokasi tambang di wilayah tersebut.

Kondisi jalan yang rusak dan berdebu ini sudah terjadi lebih dari satu tahun dan hingga kini belum ada perbaikan berarti dari pihak terkait.

Salah seorang warga, Rojali (40), mengaku setiap hari melintasi jalan tersebut dan sangat terganggu dengan kondisinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Belum pernah ada perbaikan sama sekali, cuma diuruk-uruk saja. Apalagi kalau musim panas, debunya luar biasa,” ujarnya, Rabu 12 November 2025.

BACA JUGA :

Ditkrimsus Polda Lampung Dijadwalkan Cek Lokasi Galian C di Gading Rejo Pringsewu, Praktisi Hukum Minta Transparansi dan Kepastian Data.

Keluhan serupa disampaikan Revi (33), pemilik warung di pinggir jalan. Ia mengatakan selain debu yang mengganggu, saat musim hujan air kerap menggenangi jalan dan merendam halaman rumah warga.

“Kalau hujan malah banjir karena permukaan jalan lebih tinggi dari pekarangan. Debunya juga parah, mengganggu kesehatan, apalagi saya jualan makanan,” tuturnya.

Revi berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen dan menertibkan truk tambang agar tidak memperparah kerusakan jalan.

“Kami berharap jalan segera diperbaiki, kalau bisa di-cor. Truk yang lewat juga sebaiknya disiram jalannya biar debunya nggak parah,” tambahnya.

Kerusakan jalan penghubung antar kabupaten ini kini menjadi perhatian masyarakat karena selain mengganggu aktivitas harian, juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Laila)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru