Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Tragedi tenggelamnya dua anak di kawasan wisata Air Terjun Way Lalaan masih menjadi perhatian publik. Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus mengakui bahwa hingga peristiwa tersebut terjadi, belum terdapat perlindungan asuransi bagi pengunjung objek wisata alam tersebut.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Riza Husna, membenarkan bahwa kerja sama dengan pihak asuransi baru diajukan setelah insiden tragis tersebut.
“Insyaallah dalam waktu dua minggu ke depan, Dinas Pariwisata akan bekerja sama dengan pihak asuransi karena proses pengajuan baru kami lakukan,” ujar Riza saat diwawancarai di kantornya, Selasa, 6 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait aspek keselamatan, Riza menjelaskan bahwa evaluasi atau asesmen tidak dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, melainkan pada momentum tertentu, terutama menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang.
“Untuk evaluasi keselamatan, kami tidak menetapkan pola tiga bulan sekali. Biasanya menjelang hari-hari besar dan libur panjang, kami bekerja sama dengan BPBD melakukan asesmen keselamatan,” katanya.
Ia menyebutkan, asesmen tersebut meliputi pengecekan ketinggian air, kondisi cuaca, akses masuk, hingga titik-titik rawan di kawasan wisata.
“Saat menjelang libur Natal dan Tahun Baru kemarin, kami cek ketinggian air karena ini aliran sungai, melihat kondisi cuaca dan situasi lapangan. Berdasarkan hasil asesmen, tidak ada peningkatan debit air dan kondisinya dinilai aman,” tambahnya.
Riza juga menjelaskan bahwa pemasangan rambu peringatan dan tali pembatas keselamatan selama ini difokuskan di area atas dan bawah air terjun Way Lalaan.
“Pemasangan rambu-rambu dan tali pembatas kami letakkan di area atas dan bawah air terjun Way Lalaan, karena selama ini titik itu yang dianggap rawan,” ujarnya.
BACA JUGA : KPAI Minta Penyelidikan Serius dan Penutupan Sementara Lokasi Wisata Way Lalaan Tanggamus.
Namun, ia mengakui bahwa insiden tenggelam tersebut terjadi di lokasi lain. “Kejadian kemarin terjadi di aliran bagian bawah, bukan tepat di area bawah air terjun,” kata Riza.
Menjawab sorotan terkait keberadaan petugas keselamatan atau lifeguard, Riza mengakui bahwa Dinas Pariwisata belum memiliki petugas pengawasan kecamatan khusus di objek wisata. Meski demikian, pihaknya telah menugaskan tenaga outsourcing untuk berjaga.
“Kami memang belum memiliki pengawasan kecamatan khusus di objek wisata, tapi kami sudah menugaskan pihak outsourcing untuk standby di lokasi,” ucapnya.
Ia juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait proses penyelamatan korban.
“Banyak yang mengatakan korban diselamatkan oleh pengunjung. Tapi sebenarnya yang melakukan penyelamatan adalah pihak outsourcing yang sudah kami tugaskan,” tegas Riza.
Bahkan, ia mengungkapkan bahwa dirinya berada di lokasi saat kejadian. “Saat kejadian itu saya sendiri berada di lokasi dan ikut membantu, bahkan saya yang langsung mengantar korban ke RSUD,” katanya.
Terkait dugaan kelalaian pengelola, Riza menegaskan pihaknya menilai tidak ada unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
“Kami menilai tidak ada kelalaian, karena pada saat kejadian, pihak outsourcing yang kami tugaskan berada di lokasi dan melakukan penyelamatan,” ujarnya.
Meski demikian, Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus memastikan akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan objek wisata Way Lalaan.
“Kontrak pengelolaan selama ini berlaku satu tahun. Ke depan akan kami evaluasi kembali, dan tidak menutup kemungkinan akan ada pergantian pengelola atau rekanan untuk objek wisata Way Lalaan,” pungkasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







