Bambang Digigit Ular Berbisa Ditolak RSUD Ahmad Yani Metro, Keluarga: “Kami Sangat Kecewa!”

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Metro, Lampung – Sebuah insiden memilukan terjadi di RSUD Ahmad Yani Kota Metro. Bambang Siswanto (65), warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi korban gigitan ular berbisa saat bersih bersih di sebuah panti jompo di Lampung Selatan. Namun, naasnya, nyawa yang terancam justru harus berhadapan dengan tembok birokrasi rumah sakit yang dinilai tidak manusiawi.

Anak korban, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan dengan nada frustrasi kronologi kejadian yang dialami ayahnya. Dalam kondisi kritis setelah digigit ular, keluarga segera membawa Bambang ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Ahmad Yani, yang merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut .

Namun, harapan untuk mendapatkan pertolongan pertama sirna sudah di depan mata. “Ayah saya kritis karena digigit ular, kami bawa ke RSUD Ahmad Yani, tapi ditolak!” ujar Vita (34) anak korban dengan nada tinggi, Sabtu (21/2/2026).

Penolakan itu bukan tanpa alasan, meski alasannya pun sulit diterima akal sehat. Pihak rumah sakit berdalih tidak memiliki stok obat untuk penanganan gigitan ular berbisa (anti-bisa ular/ABU) dan tidak mau mengambil risiko.

“Katanya tidak ada obat untuk pasien gigitan ular, dan mereka tidak mau ambil risiko. Kami disuruh cari rumah sakit lain,” tambahnya.

BACA JUGA : RSUD Ahmad Yani Metro Berikan Hak Jawab Dugaan Penolakan Pasien Gigitan Ular.

Dengan perasaan kecewa dan cemas, keluarga langsung tancap gas membawa Bambang ke sebuah rumah sakit di Kabupaten Lampung Tengah. Beruntung, di sana korban akhirnya mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.

Insiden ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga. “Saya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Ahmad Yani Kota Metro. Di saat ayah saya kritis, bukannya dibantu, malah dipersulit. Apa gunanya rumah sakit rujukan kalau menolak pasien gawat darurat?” sesalnya.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Ahmad Yani Kota Metro, Fitri Agustina, belum memberikan respons atau klarifikasi meskipun telah dihubungi melalui pesan singkat oleh awak media.

Baca Juga :  Bupati Tanggamus Lantik Lima Kepala Pekon Hasil PAW Tahun 2026

Insiden ini sontak memicu gelombang kritik di media sosial. Publik mempertanyakan kembali standar pelayanan dan kelengkapan fasilitas di rumah sakit plat merah tersebut. Apalagi, kejadian penolakan atau pelayanan buruk di RSUD Ahmad Yani bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejumlah laporan sebelumnya mencatat adanya pengaduan terkait sikap petugas dan masalah administrasi di rumah sakit tersebut .

Sebagai rumah sakit tipe B dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mengelola keuangan secara fleksibel untuk efisiensi, RSUD Ahmad Yani seharusnya menjadi kebanggaan dan andalan masyarakat Kota Metro dan sekitarnya . Namun, kejadian ini kembali mencoreng wajah pelayanan kesehatan publik di Kota Metro dan memicu pertanyaan besar: sampai kapan warga harus mempertaruhkan nyawa karena ketidaktersediaan obat dasar dan ketidakpedulian di IGD. (*)

Berita Terkait

Aksi Geng Motor di Pringsewu Bawa Klewang 1,6 Meter Viral, 8 Orang Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya
Breaking News: Petani Ulu Belu Hilang di Kebun Ditemukan Meninggal di Sungai Pulau Panggung Tanggamus, Tinggalkan Satu Anak
Bupati Tanggamus Resmikan Jembatan Ulu Semong di Kecamatan Ulu Belu
Kesal Diprovokasi, Pemuda Air Naningan Lukai Remaja Pulau Pangung di Batu Tegi Tanggamus
Percikan Kompor Picu Kebakaran di Terminal Kota Agung Tanggamus, Satu Kios Nyaris Ludes
Dulu Bertaruh Nyawa Naik Perahu Bambu, Kini Warga Nikmati Jembatan Garuda
Anggota DPR-RI Sudin Serap Aspirasi Warga Metro Sambil Bagikan Sembako Ramadan
Video Viral, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Korupsi Proyek di Tanggamus, Netizen Beri Beragam Tanggapan
Berita ini 372 kali dibaca
Avatar photo

Raditya

Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 22:46 WIB

Aksi Geng Motor di Pringsewu Bawa Klewang 1,6 Meter Viral, 8 Orang Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya

Senin, 9 Maret 2026 - 22:20 WIB

Breaking News: Petani Ulu Belu Hilang di Kebun Ditemukan Meninggal di Sungai Pulau Panggung Tanggamus, Tinggalkan Satu Anak

Senin, 9 Maret 2026 - 22:11 WIB

Bupati Tanggamus Resmikan Jembatan Ulu Semong di Kecamatan Ulu Belu

Senin, 9 Maret 2026 - 21:36 WIB

Kesal Diprovokasi, Pemuda Air Naningan Lukai Remaja Pulau Pangung di Batu Tegi Tanggamus

Senin, 9 Maret 2026 - 18:52 WIB

Percikan Kompor Picu Kebakaran di Terminal Kota Agung Tanggamus, Satu Kios Nyaris Ludes

Berita Terbaru