Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Prasasti Batu Bedil di Kabupaten Tanggamus, Lampung, dianggap sebagai salah satu situs sejarah unik yang memadukan pengaruh Budha dengan menhir dari era Megalitikum. Hal ini diungkapkan oleh Ninny Susanti Tejowasono, seorang arkeolog nasional yang menyebut prasasti ini sebagai bukti awal masuknya pengaruh Budha ke Indonesia.
Prasasti Batu Bedil : Menhir Bersejarah dari Abad ke-9
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prasasti ini berbentuk menhir besar dan diperkirakan dibuat pada abad ke-9 atau awal abad ke-10 Masehi. Batu Bedil dipercaya sebagai simbol persemayaman dewa dalam ajaran Buddha, yang memperkuat teori tentang pengaruh agama Buddha pada masa tersebut.
“Prasasti Batu Bedil sangat unik karena menunjukkan pengaruh Budha dalam satu kompleks menhir dari era Megalitikum, serta aksara yang terdapat pada prasasti ini merupakan aksara Sumatera Kuno, bukan Jawa Kuno,” ungkap Ninny Susanti.
Aksara Kuno pada Prasasti Batu Bedil
Aksara yang terdapat pada Prasasti Batu Bedil diduga sebagai turunan dari aksara Palawa, yang digunakan pada masa Kerajaan Sriwijaya. Meskipun sebagian besar tulisan pada prasasti telah mengalami kerusakan alami, beberapa bagian yang masih dapat dibaca menunjukkan mantra Buddha. Pada baris pertama prasasti, ditemukan kata “namo bhagawate” dan di baris terakhir tertulis kata “swaha”, yang mengindikasikan bahwa prasasti ini mengandung doa atau mantra.
Pengaruh Budha di Situs Megalitikum Indonesia
Prasasti Batu Bedil adalah satu-satunya situs di Indonesia yang memadukan pengaruh Budha dengan artefak dari era Megalitikum. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Sumatera, khususnya Lampung, memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Buddha di Nusantara. Prasasti ini bukan hanya warisan budaya lokal, tetapi juga bukti penting yang menghubungkan sejarah agama dan tradisi kuno di Indonesia.
Dengan keunikan dan nilai sejarahnya, Prasasti Batu Bedil menjadi salah satu situs penting yang harus dilestarikan, sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah Nusantara.
Atas hal yang diungkapkan oleh Ninny Susanti Tejowasono, seorang arkeolog nasional tersebut, juga mengkoreksi judul berita media ini Miliki 10 Baris Tulisan Jawa Kuno Berbahasa Sansekerta Situs Batu Bedil di Tanggamus Bersiap Masuk Cagar Budaya Nasional. (Herdi)







