Prioritastv.com, Lampung Barat – Seorang remaja bernama Reno Ferdian (19), warga Pekon Sidodadi, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, tewas setelah ditusuk orang tak dikenal (OTK) di Rest Area Puncak Sumber Jaya, Minggu malam (15/11/2025) sekitar pukul 22.25 WIB. Peristiwa tragis ini dipicu oleh kesalahpahaman sepele yang berubah menjadi aksi kekerasan mematikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika pelaku merasa tersinggung karena terkena percikan air hujan saat korban melintas. Perselisihan kecil tersebut kemudian memanas hingga pelaku mengeluarkan senjata tajam.
Menurut saksi mata, kejadian berlangsung sangat cepat. Dalam rekaman CCTV yang berhasil diamankan polisi, tampak pelaku langsung melarikan diri usai menusuk korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadian sangat cepat, hanya hitungan detik. Setelah menusuk, pelaku langsung kabur,” ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.
Reno ditusuk di bagian dada, membuatnya terjatuh dan mengalami luka parah. Ia sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak dapat tertolong akibat luka tusuk yang sangat serius.
BACA JUGA :
Kurang dari 24 Jam, Remaja Pelaku Penusukan di Lampung Barat Berhasil Ditangkap.
Tak lama setelah kejadian, Polsek Sumber Jaya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga mengamankan rekaman CCTV sebagai bukti penting dalam proses penyelidikan.
“Kami sudah mengamankan rekaman CCTV dan sedang melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pelaku serta motif dari kejadian ini,” ujar petugas kepolisian setempat.
Peristiwa ini mengejutkan warga, khususnya keluarga korban yang masih terpukul atas kehilangan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Iptu Rudiprawira mengungkapkan, pihaknya telah mengetahui iidentitas pelaku yang masih buron. “Dalam proses pengejaran,” singkatnya.
Warga berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan membawa pelaku ke meja hukum. Kejadian tragis ini menjadi pengingat pentingnya mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih bijak untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. (Kamto Winendra)







