Meski Akui Belum Ada Asuransi Pengunjung, Dispar Tanggamus Sebut Jalankan SOP Way Lalaan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:36

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto banner informasi destinasi wisata air terjun way lalaan dan informasi penutupan sementara yang terpasang di pintu gerbang utama, Selasa 6 Januari 2026.

Kolase foto banner informasi destinasi wisata air terjun way lalaan dan informasi penutupan sementara yang terpasang di pintu gerbang utama, Selasa 6 Januari 2026.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Tragedi tenggelamnya dua anak di kawasan wisata Air Terjun Way Lalaan masih menjadi perhatian publik. Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus mengakui bahwa hingga peristiwa tersebut terjadi, belum terdapat perlindungan asuransi bagi pengunjung objek wisata alam tersebut.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Riza Husna, membenarkan bahwa kerja sama dengan pihak asuransi baru diajukan setelah insiden tragis tersebut.

“Insyaallah dalam waktu dua minggu ke depan, Dinas Pariwisata akan bekerja sama dengan pihak asuransi karena proses pengajuan baru kami lakukan,” ujar Riza saat diwawancarai di kantornya, Selasa, 6 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait aspek keselamatan, Riza menjelaskan bahwa evaluasi atau asesmen tidak dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, melainkan pada momentum tertentu, terutama menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang.

“Untuk evaluasi keselamatan, kami tidak menetapkan pola tiga bulan sekali. Biasanya menjelang hari-hari besar dan libur panjang, kami bekerja sama dengan BPBD melakukan asesmen keselamatan,” katanya.

Ia menyebutkan, asesmen tersebut meliputi pengecekan ketinggian air, kondisi cuaca, akses masuk, hingga titik-titik rawan di kawasan wisata.

“Saat menjelang libur Natal dan Tahun Baru kemarin, kami cek ketinggian air karena ini aliran sungai, melihat kondisi cuaca dan situasi lapangan. Berdasarkan hasil asesmen, tidak ada peningkatan debit air dan kondisinya dinilai aman,” tambahnya.

Riza juga menjelaskan bahwa pemasangan rambu peringatan dan tali pembatas keselamatan selama ini difokuskan di area atas dan bawah air terjun Way Lalaan.

“Pemasangan rambu-rambu dan tali pembatas kami letakkan di area atas dan bawah air terjun Way Lalaan, karena selama ini titik itu yang dianggap rawan,” ujarnya.

BACA JUGA : KPAI Minta Penyelidikan Serius dan Penutupan Sementara Lokasi Wisata Way Lalaan Tanggamus.

Namun, ia mengakui bahwa insiden tenggelam tersebut terjadi di lokasi lain. “Kejadian kemarin terjadi di aliran bagian bawah, bukan tepat di area bawah air terjun,” kata Riza.

Menjawab sorotan terkait keberadaan petugas keselamatan atau lifeguard, Riza mengakui bahwa Dinas Pariwisata belum memiliki petugas pengawasan kecamatan khusus di objek wisata. Meski demikian, pihaknya telah menugaskan tenaga outsourcing untuk berjaga.

“Kami memang belum memiliki pengawasan kecamatan khusus di objek wisata, tapi kami sudah menugaskan pihak outsourcing untuk standby di lokasi,” ucapnya.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait proses penyelamatan korban.

“Banyak yang mengatakan korban diselamatkan oleh pengunjung. Tapi sebenarnya yang melakukan penyelamatan adalah pihak outsourcing yang sudah kami tugaskan,” tegas Riza.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa dirinya berada di lokasi saat kejadian. “Saat kejadian itu saya sendiri berada di lokasi dan ikut membantu, bahkan saya yang langsung mengantar korban ke RSUD,” katanya.

Terkait dugaan kelalaian pengelola, Riza menegaskan pihaknya menilai tidak ada unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

“Kami menilai tidak ada kelalaian, karena pada saat kejadian, pihak outsourcing yang kami tugaskan berada di lokasi dan melakukan penyelamatan,” ujarnya.

Meski demikian, Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus memastikan akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan objek wisata Way Lalaan.

“Kontrak pengelolaan selama ini berlaku satu tahun. Ke depan akan kami evaluasi kembali, dan tidak menutup kemungkinan akan ada pergantian pengelola atau rekanan untuk objek wisata Way Lalaan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru