Prioritastv.com, Pesawaran, Lampung – Polisi terus mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polres Pesawaran. Imbauan ini menyusul penemuan kerangka manusia di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Register 19, Dusun Umbul Solo Sinar Baru, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedong Tataan.
Kerangka yang hingga kini belum teridentifikasi tersebut diperkirakan berjenis kelamin laki-laki, berusia 35 hingga 55 tahun, dengan tinggi badan sekitar 160 hingga 165 sentimeter.
Hingga Minggu (1/11/2026), sudah empat hari sejak kerangka tersebut pertama kali ditemukan warga pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Meski telah dievakuasi dan menjalani pemeriksaan forensik, identitas maupun penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Reskrim Polres Pesawaran Iptu Apri Yudi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kerangka tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga enam bulan sebelum ditemukan. Pemeriksaan juga memperkirakan korban memiliki karakteristik ras Mongoloid atau Asia.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, perkiraan usia korban 35 sampai 55 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dengan tinggi badan sekitar 160 hingga 165 sentimeter,” kata Apri Yudi, Minggu 1 November 2026.
Apri Yudi menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kerangka ditemukan di bawah batu tebing pada kawasan hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut.
Dari lokasi tersebut, pihaknya mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban. Di antaranya kaus lengan panjang berwarna hijau kombinasi abu-abu dengan tulisan COORDINATOR dan logo tunas kelapa bertuliskan PANDU CAHAYA ISLAM.
Pada bagian belakang kaus terdapat tulisan THE MIGHTY OF COORDINATOR SCOOT MOVEMENT PAUD CAHAYA ISLAM, GUDEP 02.061-02.062, MATHLAUL ANWAR KEDONDONG PESAWARAN.
“Dilokasi ditemukan sisa ritsleting celana berwarna hitam dan potongan karpet dengan berbagai kombinasi warna. Untuk kondisi kerangka sudah tidak utuh dan diperkirakan hanya sekitar 60 persen bagian kerangka yang tersisa,” jelasnya.
Apri mengungkapkan, karena medan hutan yang cukup berat, tim gabungan baru tiba di titik kumpul evakuasi sekitar pukul 22.30 WIB atau delapan jam setelah penemuan dilaporkan. Selanjutnya, kerangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi.
Ia menyebut, pihaknya juga berupaya mengungkap identitas korban melalui pemeriksaan DNA serta menelusuri laporan orang hilang dalam rentang satu hingga dua tahun terakhir melalui polsek-polsek jajaran.
“Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, khususnya laki-laki dengan perkiraan usia dan tinggi badan tersebut atau mengenali pakaian yang ditemukan, diminta segera memberikan informasi agar proses identifikasi dapat terbantu,” tandanya.
Diketahui, kerangka manusia itu, pertama kali ditemukan oleh dua warga, M. Ihsani (52) dan Didi Hapana (42), yang sedang mencari madu hutan. Awalnya, keduanya mengira tumpukan tulang di antara dedaunan kering tersebut merupakan tulang hewan.
Namun, setelah diperiksa lebih dekat dan dibersihkan, ternyata ditemukan tengkorak serta tulang belulang manusia, mereka akhirnya membuat video serta melaporkan kepada aparat terkait. (*)

Zulkarnain adalah Wakabiro Provinsi Lampung, Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Provinsi Lampung.







