Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Hujan disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (5/11/2026) sore. Terjangan angin tersebut mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, genteng rumah lainnya rontok, serta sebuah gubuk di area perkebunan roboh.
Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di Pekon Sumber Mulya, Kecamatan Pulau Panggung. Dua rumah warga yang menggunakan konstruksi baja ringan dilaporkan ambruk setelah atapnya tidak mampu menahan kuatnya terjangan angin.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan akun Facebook Rani Safitri, rumah yang atapnya ambruk berada di tanjakan depan Gotin Fotokopi. Rumah tersebut diketahui milik Bahar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain rumah milik Bahar, angin kencang juga mengakibatkan genteng rumah milik Dilan rontok. Melalui unggahannya, Rani Safitri memperlihatkan kondisi rumah tersebut setelah diterjang angin. Terlihat sejumlah warga bergotong royong memperbaiki bagian atap rumah yang mengalami kerusakan.
Unggahan lainnya juga dibagikan melalui akun Facebook Yudis Tira. Ia mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui dua atap rumah warga melayang akibat terjangan angin kencang tersebut.
“Alloh Akbar. Dua atap rumah melayang akibat angin kencang, enggak kebayang kagetnya kaya apa Mbak Lis, Mbak Zul, semoga diberikan kesabaran,” tulis Yudis Tira dalam unggahannya.
Sementara itu, informasi kejadian lainnya juga dibagikan melalui akun Facebook Dirgan Tara. Dalam unggahannya, ia menggambarkan dahsyatnya angin yang menerjang wilayah tersebut hingga merobohkan gubuk miliknya.
“Assalamualaikum, angin dengan kecepatan yang sangat dahsyat merobohkan bangunan di Sumber Mulya. Dengan durasi sepuluh detik memporak-porandakan rumah dan gubuk. Oke, mohon dukungannya agar angin cepat berhenti,” tulis Dirgan Tara.
Dirgan Tara juga mengungkapkan keterkejutannya atas kekuatan angin yang terjadi. “Allahu Akbar, ini angin besar sekali sampai gubuk ambruk,” ungkapnya.
Dalam keterangan tambahannya, Dirgan Tara menyebut musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga. Angin kencang tersebut juga mengakibatkan bibit kopi di area perkebunan tertimpa gubuk yang roboh.
“Musibah tidak ada di kalender, tidak memberitahu. Bibit kopi tertimpa gubuk yang ambruk. Gubuknya menimpa bibit kopi, hancur kena angin,” tambahnya.
Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan rumah yang atapnya ambruk diketahui berada di depan pintu masuk Pondok Pesantren Sumber Mulya.
Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak angin kencang tersebut.
“Masih didatakan rumah terdampak, untuk korban jiwa belum ada laporan,” kata Suamin saat dikonfirmasi. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







