Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Hilirisasi singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf) di Kabupaten Pringsewu, Lampung, mulai menunjukkan hasil nyata. Program yang didorong Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Rencana Aksi Kepala Daerah (RENAKSI KDH) tersebut telah menghasilkan produksi 9,5 ton Mocaf dengan nilai penjualan kotor mencapai Rp104,65 juta selama April hingga Juli 2026.
Capaian itu menunjukkan pengembangan singkong tidak lagi sebatas menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, tetapi mulai diarahkan menjadi produk olahan bernilai tambah yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Berdasarkan laporan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, proses pengolahan selama periode tersebut memanfaatkan sekitar 38 ton singkong segar untuk menghasilkan 9.500 kilogram Mocaf. Dari jumlah itu, sebanyak 8.050 kilogram telah terjual dengan nilai penjualan melampaui Rp104 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengembangan Mocaf juga mulai diarahkan pada diversifikasi produk pangan. Tepung berbasis singkong tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan mi, roti, bakso, nugget, sosis, sempol, serta berbagai produk olahan lainnya.
Program hilirisasi ini menjadi bagian dari upaya Bupati Pringsewu mengintegrasikan sektor pertanian dengan industri pengolahan, perdagangan, pemberdayaan masyarakat, hingga perluasan akses pasar.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Pringsewu melibatkan 16 perangkat daerah yang berkontribusi langsung maupun tidak langsung melalui 17 kegiatan. Dari jumlah tersebut, sembilan kegiatan telah terlaksana berdasarkan rekapitulasi laporan daerah.
Pada program peningkatan kapasitas masyarakat, target peserta kegiatan tahun 2026 tercatat sebanyak 1.690 orang. Hingga periode pelaporan, sebanyak 1.370 orang telah mengikuti kegiatan, sementara 320 orang lainnya belum terlaksana.
Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pengolahan produk turunan Mocaf, pengembangan usaha rumah tangga, keamanan pangan, pemasaran digital, pengolahan pangan lokal, serta pemberdayaan kelompok masyarakat.
Laporan daerah juga mencatat tiga kelompok KOMPAK aktif berproduksi dengan penyerapan sekitar 30 tenaga kerja. Capaian ini menjadi indikasi bahwa pengembangan Mocaf mulai membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Untuk memperkuat ekosistem industri, Pemkab Pringsewu mengembangkan sejumlah inovasi, di antaranya Gemas Mocaf untuk mendorong diversifikasi pangan, Mocaf Integrated Supply-Chain System (Miss Sprint) guna mendukung integrasi rantai pasok, serta program One Village One Product (OVOP) untuk mengembangkan produk unggulan pekon.
Pengembangan tersebut turut melibatkan perguruan tinggi, lembaga riset, kementerian dan lembaga, perbankan, dunia usaha, serta calon investor. Kolaborasi diarahkan pada pengembangan teknologi pengolahan, optimalisasi fermentasi, modernisasi peralatan, peningkatan efisiensi, dan standardisasi mutu produk.
Sementara itu, penguatan rantai pasok dilakukan dengan menghubungkan petani, kelompok pengolah, sentra industri, koperasi, UMKM, hingga calon pembeli. Kemitraan melalui pola contract farming dan offtaker juga menjadi salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan bahan baku serta kepastian pasar.
Meski mulai menunjukkan hasil, pengembangan Mocaf masih membutuhkan penguatan, terutama terkait kepastian pasokan singkong, peningkatan pendapatan petani, konsistensi produksi, dan keberlanjutan penyerapan tenaga kerja.
Pemkab Pringsewu telah merancang pengembangan lanjutan pada 2027–2029, meliputi peningkatan kapasitas produksi, perluasan kelembagaan KOMPAK, modernisasi teknologi, peningkatan mutu produk, digitalisasi pemasaran, serta penguatan kemitraan pasar.
Hasil monitoring dan evaluasi tim BPSDM Kementerian Dalam Negeri bersama The Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) hingga Oktober 2026 menunjukkan program hilirisasi Mocaf telah bergerak dari tahap perencanaan menuju kegiatan produksi, pemasaran, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah produksi dan nilai penjualan, tetapi juga dari peningkatan harga jual singkong, kepastian pembelian hasil panen, bertambahnya lapangan pekerjaan, serta manfaat ekonomi yang dirasakan petani dan masyarakat Pringsewu.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa pengembangan Mocaf juga diarahkan untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar negeri. Bahkan, pemerintah daerah menargetkan produk olahan singkong tersebut dapat menembus pasar Amerika Serikat.
“Dan, insyaallah pada November nanti kita mulai ekspor mocaf ke Amerika Serikat,” kata Riyanto dalam Pesta Rakyat Petani 2026, dikutip Rabu 5 November 2026.
Ditambahkannya, saat ini, Sentra Mocaf Pringsewu telah menyerap 150 ton singkong petani untuk diolah menjadi sekitar 40 ton tepung Mocaf. “Pemkab Pringsewu menargetkan penyerapan bahan baku meningkat menjadi 320 ton hingga akhir 2026, dengan produksi sekitar 80 ton tepung,” tandasnya. (*)

Samuel bernama lengkap Lamagus Roysamuel Vicner adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 16833-LSPR/WDa/DP/X/2019/02/03/87.







