Political Opportunism: Demi Simpati Politik, Nyawa Warga ‘Dipertaruhkan’ Wakil Walikota Metro ?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:39

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Opini oleh Hendi Dwi Putra

Aksi Wakil Wali Kota yang nekat “mengajak” masyarakat dan anak muda untuk meramaikan kembali bangunan Shopping Center Kota Metro dengan tampilan foto bernarasikan “Siapa yang belum pernah ke sini?” adalah contoh nyata dari sebuah oportunisme politik.

Sangat disayangkan ketika seorang pejabat publik memilih memanfaatkan momentum demi memburu citra dan popularitas instan, padahal gedung tersebut jelas-jelas sedang dalam masa penilaian teknis untuk dibongkar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan sekadar urusan penataan pedagang atau ruang kreatif anak muda, tetapi persoalan keselamatan jiwa. Kita harus melihat fakta objektifnya:

Struktur yang Menua: Gedung ini sudah berusia di atas 48 tahun dan secara fisik memerlukan audit kelayakan yang ketat.

Ancaman Sesar Aktif: Wilayah kita berada dalam jangkauan potensi bencana tektonik. Kurang dari 5 km dari pusat gempa yang pada Maret lalu menjadi sumber gempa berkekuatan 2,6 M.

Gempa yang mengagetkan para pemerhati kegempaan nasional, termasuk mantan staf khusus Presiden SBY Bidang Bencana, Andi Arief, yang mengingatkan untuk waspada karena patahan aktif kurang dari 5 km dari pusat Kota Metro selama ini belum pernah terdata.

Membiarkan massa berkerumun di bangunan yang belum teruji keamanannya berdasarkan uji SNI 1726:2019 adalah tindakan yang sangat abai terhadap mitigasi bencana.

Mendukung UMKM dan menyediakan wadah bagi anak muda itu wajib, tetapi pemimpin yang bertanggung jawab seharusnya mencarikan solusi ruang publik yang aman dan legal. Mengajak warga masuk ke area yang berisiko sebelum hasil uji kelayakan keluar demi narasi “Membela Rakyat” hanyalah gimmick politik yang mengorbankan prinsip kehati-hatian (precautionary principle).

Sebagai masyarakat Metro, saya menyayangkan segala upaya meraih simpati untuk tujuan keberpihakan dalam konflik kepemimpinan Kota Metro yang mengabaikan keselamatan nyawa masyarakatnya sendiri.

Tabik.

Berita Terkait

TPAS Karangrejo Metro Lampung, Ketika Kompensasi Hilang, Aturan Diabaikan dan Kepala Daerah Dijadikan Kambing Hitam
P4S dan Masa Depan Regenerasi Petani : Membangun Pusat Pembelajaran Pertanian dari Tingkat Desa
Netizen Salahkan Polisi Tersangkakan Pembeli HP Batangan di Tanggamus, Banyak Masyarakat Belum Pahami Pasal Penadahan
Merawat Silaturahmi sebagai Jembatan Kasih Sayang Menuju Indonesia Bersinar di Bulan Suci Ramadhan
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:39

Political Opportunism: Demi Simpati Politik, Nyawa Warga ‘Dipertaruhkan’ Wakil Walikota Metro ?

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:49

TPAS Karangrejo Metro Lampung, Ketika Kompensasi Hilang, Aturan Diabaikan dan Kepala Daerah Dijadikan Kambing Hitam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:04

P4S dan Masa Depan Regenerasi Petani : Membangun Pusat Pembelajaran Pertanian dari Tingkat Desa

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:28

Netizen Salahkan Polisi Tersangkakan Pembeli HP Batangan di Tanggamus, Banyak Masyarakat Belum Pahami Pasal Penadahan

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:40

Merawat Silaturahmi sebagai Jembatan Kasih Sayang Menuju Indonesia Bersinar di Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru