Prioritastv.com, Purwakarta, Jawa Barat – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kembali mengadakan lomba pemulasaraan jenazah.
Lomba ini ditujukan untuk santri dan santriwati dari tingkat SMA dan sederajat se-Kabupaten Purwakarta. Acara yang berlangsung pada Jumat, 25 Oktober 2024, digelar di Taman Maya Datar, komplek Pemkab Purwakarta.
Ketua Panitia sekaligus Kabag Kesra Setda Kabupaten Purwakarta, Wawan Supriatna, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada generasi muda dalam pemulasaraan jenazah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wawan menekankan pentingnya kemampuan ini, terutama di masyarakat yang sering kali hanya memiliki satu orang terampil dalam pemulasaraan jenazah di tingkat RT atau RW.
“Ketika terjadi situasi mendesak, seperti meninggalnya beberapa orang dalam waktu yang bersamaan, generasi muda dapat berkontribusi langsung dalam proses pemulasaraan jenazah,” kata Wawan pada Sabtu, 26 Oktober 2024.
Lomba ini diikuti oleh 119 peserta yang terbagi dalam 17 tim, terdiri dari santri dan santriwati yang antusias mengikuti setiap tahapan lomba, mulai dari tata cara memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Para peserta berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta, dan telah dipilih di tingkat kecamatan.
“Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengasah keberanian dan keterampilan mereka dalam pemulasaraan jenazah,” tambah Wawan.
Pemulasaraan jenazah adalah tugas mulia yang bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga ibadah fardhu kifayah yang harus dilakukan sesuai ajaran Islam. Menurut Wawan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam tata cara pengurusan jenazah yang benar.
Panitia menyatakan bahwa tim juri akan memberikan penilaian untuk menentukan juara. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, dengan kategori juara 1, 2, dan 3, serta harapan 1, 2, dan 3.
Lomba pemulasaraan jenazah ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi yang memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di kalangan generasi muda Kabupaten Purwakarta. (Fuljo Saefulrohman)









