Meski Keluarga Pelaku Klarifikasi, Netizen Desak Polisi Tangkap Pelaku Perundungan di Pringsewu

- Jurnalis

Minggu, 20 April 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan korban saat dibenturkan ke tiang listrik dalam aksi perudungan yang disebut di Gading Rejo, Pringsew | Dok. Tangkapan Layar Video.

Badan korban saat dibenturkan ke tiang listrik dalam aksi perudungan yang disebut di Gading Rejo, Pringsew | Dok. Tangkapan Layar Video.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Viralnya video dugaan perundungan yang terjadi di Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menuai gelombang kemarahan dari masyarakat luas.

Dalam video tersebut, seorang remaja perempuan terlihat menjadi korban kekerasan fisik oleh dua remaja lainnya. Salah satu pelaku yang disebut-sebut bernama Intan kini menjadi sorotan publik.

Meski keluarga pelaku telah menyampaikan klarifikasi melalui media sosial, netizen tetap bersikeras agar proses hukum tetap berjalan dan pelaku segera ditangkap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi disampaikan secara langsung melalui akun @yogaapriadiii oleh seorang pria yang mengaku sebagai keluarga Intan. Ia mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Intan memiliki latar belakang permasalahan pribadi.

“Yang melihat video itu pasti mengira ini murni perundungan. Tapi Intan melakukan itu karena ada masalah tersendiri. Nanti akan diklarifikasi lebih jelas,” ujarnya dalam live Instagram.

Sementara itu, seorang wanita bernama Berlian Fatika Sari, yang mengaku sebagai kakak kandung Intan, juga memberikan penjelasan melalui unggahan story.

“Benar, Intan adalah adik kandung saya. Tapi sudah tiga bulan terakhir ini dia tidak tinggal dengan saya dan saya tidak tahu-menahu soal masalah yang terjadi. Saya mohon maaf kepada korban, keluarga, dan masyarakat. Kami akan klarifikasi sebenar-benarnya apa yang terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Mahasiswi Unila Terseret Banjir Bandang Ditemukan Meninggal Dunia di Pulau Pasaran

Tak berhenti di situ, sebuah tangkapan layar yang diduga ditulis oleh Intan juga beredar luas. Dalam unggahan tersebut, ia meminta maaf atas perbuatannya dan mengklaim bahwa emosinya dipicu oleh hinaan yang ditujukan kepada dirinya dan ibunya.

“Saya minta maaf atas perbuatan saya. Saya melakukan itu karena mereka menghina saya dan ibu saya. Saya akan memberikan bukti kenapa saya seemosi itu,” tulisnya.

Namun klarifikasi dari pihak keluarga tak mampu meredam kemarahan publik. Ribuan komentar di media sosial menyerukan agar aparat kepolisian segera menindak tegas para pelaku.

Akun Lis Mamanya Bagasinez menulis, “Apa pun alasannya, gak seharusnya dibalas dengan kekerasan yang sebegitunya.”

Sementara itu, Taufik Hidayatulloh menyerukan penegakan hukum. “Hukum harus ditegakkan. Jangan sampai hal tersebut terjadi lagi.”

Desakan agar aparat bertindak juga disuarakan oleh Satya Teguh Prasetyo, “Yok, ditindak tuh manusia sok jagoan,” dan Hendri Presetiawan, “Polisi harus tindak tegas, kasih hukuman biar jera. Klarifikasi cuma jadi alasan.”

Baca Juga :  Drama Politik Kota Metro: Siapa Sebenarnya Membela Rakyat?

Akun lain, Viki Tan, menyatakan, “Apapun alasannya, pembulian tidak dibenarkan,” yang kemudian diamini oleh Tomi Herlambang, “Gak ada ampun lah pokoknya, enak amat klarifikasi kelar.”

Kemarahan warganet juga tampak dari viralnya tagar #StopBullying yang membanjiri berbagai platform.

Seruan agar pelaku diadili secara hukum menjadi suara mayoritas masyarakat.

Menanggapi hal ini, pihak kepolisian telah menerima laporan dari pihak korban.

“Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan tindak kekerasan atau perundungan2 tersebut,” kata Pelaksana Harian Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Pringsewu, Ipda Candra Himawan, saat dikonfirmasi pada Sabtu malam, 19 April 2025.

Ia menambahkan bahwa saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Masyarakat berharap, meski klarifikasi telah disampaikan, proses hukum tetap berjalan tanpa pandang bulu, agar menjadi efek jera sekaligus pelajaran bagi semua pihak agar tidak mengulang peristiwa serupa. (Davit)

Berita Terkait

Gubernur dan Wali Kota Metro Tinjau Jalan Rusak, Pemprov Siapkan Rp26,4 Miliar untuk Tiga Ruas Prioritas
Drama Politik Kota Metro: Siapa Sebenarnya Membela Rakyat?
Hadapi Ancaman El Nino, Wali Kota Metro Jemput Bantuan Alsintan ke Kementerian Pertanian
Sebulan Yonif TP 945 di Kota Agung: Ekonomi UMKM Sekitar Meroket, Balap Liar dan Begal Lenyap
Selamat, Afrida Susanti Jabat Kepala BKAD Tanggamus
LBH Cahaya Keadilan Siap Kawal Legalitas Galian Tanah, Rencana Audiensi dengan DPRD Pringsewu
Panaskan Mesin Partai, DPD PAN Tanggamus Targetkan 10 Kursi DPRD di Pileg 2029
Jalan Becek Pasar Talang Padang Telah Diaspal, Warga Apresiasi Pemkab Tanggamus
Berita ini 9 kali dibaca

Redaktur

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 21:18 WIB

Gubernur dan Wali Kota Metro Tinjau Jalan Rusak, Pemprov Siapkan Rp26,4 Miliar untuk Tiga Ruas Prioritas

Selasa, 21 April 2026 - 14:53 WIB

Drama Politik Kota Metro: Siapa Sebenarnya Membela Rakyat?

Senin, 20 April 2026 - 23:08 WIB

Hadapi Ancaman El Nino, Wali Kota Metro Jemput Bantuan Alsintan ke Kementerian Pertanian

Senin, 20 April 2026 - 22:34 WIB

Sebulan Yonif TP 945 di Kota Agung: Ekonomi UMKM Sekitar Meroket, Balap Liar dan Begal Lenyap

Senin, 20 April 2026 - 15:32 WIB

Selamat, Afrida Susanti Jabat Kepala BKAD Tanggamus

Berita Terbaru

Lampung

Drama Politik Kota Metro: Siapa Sebenarnya Membela Rakyat?

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:53 WIB

Persiapan pengambilan sumpah jabatan kepada 9 pejabat yang dilantik oleh Wakil Bupati Tanggamus di Aula Pemkab setempat, Senin 20 April 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

News

Selamat, Afrida Susanti Jabat Kepala BKAD Tanggamus

Senin, 20 Apr 2026 - 15:32 WIB