Aplikasi Si-MOLEK Mulai Diterapkan, BKAD Tanggamus Klaim Pengawasan Anggaran Lebih Efektif

Si-MOLEK hadir untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pengawasan anggaran SPM di Tanggamus.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala BKAD Tanggamus Afrida Susanti saat memberikan keterangan, Selasa 14 April 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Plt Kepala BKAD Tanggamus Afrida Susanti saat memberikan keterangan, Selasa 14 April 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pemerintah Kabupaten Tanggamus mulai menerapkan inovasi digital melalui aplikasi Sistem Monitoring dan Penilaian Kinerja (Si-MOLEK) guna memperkuat pengawasan anggaran dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), sistem ini dikembangkan untuk mendorong peningkatan alokasi anggaran Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus memastikan proses monitoring berjalan lebih transparan dan terintegrasi.

Sebagai bagian dari diseminasi, inovasi ini juga telah dipublikasikan melalui berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga media online untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan hadirnya Si-MOLEK, Pemerintah Kabupaten Tanggamus optimistis mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Plt Kepala BKAD Tanggamus, Afrida Susanti mengungkapkan, sebelum inovasi ini diterapkan, pihaknya menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), minimnya alokasi anggaran SPM, serta belum adanya sistem monitoring terpadu.

Baca Juga :  Sinergi IBN Pringsewu dan HKBN, LDKM Jadi Wadah Lahirnya Pemimpin Muda

“Melalui Si-MOLEK, kami menghadirkan sistem yang mampu memonitor kinerja SPM secara real time dan terintegrasi, sehingga memudahkan pengambilan keputusan berbasis data,” kata Santi sapaan akrabnya, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, implementasi Si-MOLEK dilakukan secara bertahap sejak Juli hingga September 2025. Tahapan tersebut meliputi forum group discussion (FGD), pembentukan tim kerja, penyusunan manual sistem, hingga uji coba dan pendampingan kepada perangkat daerah pengampu SPM.

Hasil dari penerapan sistem ini mulai terlihat, di mana alokasi anggaran SPM di Kabupaten Tanggamus meningkat sebesar 3,98 persen atau lebih dari Rp2,4 miliar. Selain itu, sistem monitoring kini telah tersedia dan dapat diakses oleh berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga :  PT Maxxi Agri Indonesia Perkenalkan Teknologi Drone Semprot Pestisida dan Pupuk di Tanggamus

“Koordinasi antar perangkat daerah juga semakin baik. Semua stakeholder kini memiliki acuan yang sama dalam menjalankan program SPM,” jelasnya.

Santi menambahkan, inovasi ini tidak hanya berdampak pada tata kelola keuangan, tetapi juga meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi internal BKAD, serta mempercepat proses penyajian data anggaran.

“Si-MOLEK bukan hanya aplikasi, tapi menjadi alat transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi,” tegasnya.

Ia memastikan, keberlanjutan program ini akan terus diperkuat melalui komitmen lintas perangkat daerah dan dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Ke depan, kami ingin memastikan kualitas pelayanan minimal kepada masyarakat benar-benar terjaga, khususnya pada sektor-sektor dasar seperti infrastruktur dan layanan publik,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Wabup Pringsewu Dampingi KONI Pusat Survei Venue Dayung dan Ski Air PON 2032, Amphiteater Budaya Disiapkan di Way Sekampung
Hampir Rp100 Miliar Digelontorkan Pemerintah, Jalan Menuju Wisata Pesisir Tanggamus Mulai Diperbaiki
Baru Menjabat 6 Hari, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap KPK
Ditemukan 34 Km dari Lokasi Awal, Mayat di Pantai Muara Hati Tanggamus Ternyata Petani BNS
Breaking News: Mayat Pria Berbaju Biru Ditemukan Mengapung di Pantai Kota Agung Timur Tanggamus
Warga Tangkap Remaja Wonosobo Diduga Pelaku Jambret di Kota Agung Timur Tanggamus
Pencarian Hari Kedua Warga Diduga Terseret Banjir Way Semuong Tanggamus Belum Membuahkan Hasil
Ketika Surat Sekda Lampung Tengah ‘Menabrak’ Titah Bupati
Berita ini 52 kali dibaca
Avatar photo

Herdi Abas

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WIB

Wabup Pringsewu Dampingi KONI Pusat Survei Venue Dayung dan Ski Air PON 2032, Amphiteater Budaya Disiapkan di Way Sekampung

Kamis, 16 April 2026 - 22:34 WIB

Hampir Rp100 Miliar Digelontorkan Pemerintah, Jalan Menuju Wisata Pesisir Tanggamus Mulai Diperbaiki

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

Baru Menjabat 6 Hari, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap KPK

Kamis, 16 April 2026 - 20:19 WIB

Ditemukan 34 Km dari Lokasi Awal, Mayat di Pantai Muara Hati Tanggamus Ternyata Petani BNS

Kamis, 16 April 2026 - 10:15 WIB

Breaking News: Mayat Pria Berbaju Biru Ditemukan Mengapung di Pantai Kota Agung Timur Tanggamus

Berita Terbaru