Prioritastv.com, Bogor, Jawa Barat – Pejabat Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan memimpin kunjungan kerja yang membawa Gerakan Pembangunan Pesisir Tanggamus (Gempita) ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Acara ini merupakan bagian dari program kerjasama pengembangan kawasan pesisir Tanggamus, Selasa 22 Januari 2024.
Mereka membahas potensi kerjasama untuk mendukung pengembangan kawasan pesisir, termasuk peningkatan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah Tanggamus dalam menggalang dukungan dan kerjasama lintas sektoral untuk memajukan wilayah pesisir.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama Gedung Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan (PKSPL) IPB itu, hadir juga di antaranya Prof. Dr. Ernan Rustiadi, yang merupakan Wakil Rektor III (Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, pejabat Bupati Mulyadi Irsan didampingi sejumlah pejabat termasuk Kepala Baperida, Hendra Wijaya Mega, Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Dharma Setiawan, dan sejumla staf memberikan pemaparan diantaranya Program Gerakan Membangun Pesisir Tanggamus (Gempita).

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor III IPB, Ernan Rustiadi menjelaskan bahwa dosen-dosen di IPB termasuk yang paling produktif di bidang riset dan pengembangan masyarakat. Bahkan di Kemendikbudristek, ada skor untuk mengukur mengukur kinerja riset inovasi dan pengembangan masyarakat.
“Kalau dirasiokan per dosen, IPB itu tertinggi di antara perguruan tinggi cluster mandiri. Artinya, dosen-dosen IPB itu paling produktif di bidang riset dan pengabdian masyarakat terindikasi dari jumlah publikasi, jumlah kegiatan penelitian, inovasi-inovasi, sampai kepada pengabdian masyarakatnya,” kata Ernan Rustiadi.

Menurut Ernan, salah satu yang menopang kuat IPB dalam riset, inovasi, dan pengembangan masyarakat, adalah adalah pusat-pusat studi. Dimana IPB memilik 24 pusat studi dan kerja sama IPB dengan Kabupaten Tanggamus juga berjalan dengan baik.
“Saya tahu betul mahasiswa KKN dengan Tanggamus ini termasuk yang paling konsisten dan paling baik koordinasinya bahkan ketika Covid, ketika di tempat-tempat lain kami menyetop mengirim KKN secara offline, ke tanggamus tetep jalan offline. Jadi, memang ketika Covid banyak ketakutan dari mahasiswa, dosen, orang tua, tapi karena sudah persiapan jauh hari dan koordinasi yang sangat bagus tetap bisa berjalan secara offline walau pun tentunya dengan protokol yang sangat ketat,” bebernya.

Sementara itu, Pj. Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus memiliki potensi yang sangat besar baik di bidang pariwisata, transportasi dan komunikasi, sumber energi dan konservasi, sarana pendidikan dan penelitian, sampai soal pertahanan dan keamanan.
“Berbagai mineral dan geologi mineral juga terkandung di wilayah pesisir seperti minyak, gas, dan batubara, emas, timah, nikel, bauksit, bijihbesi, cromite: dan lain-lain seperti granit, kapur, pasir silica, dan kaolin,” kata Mulyadi Irsan.

Pj Bupati memberikan gambaran komprehensif tentang program Gempita, menggarisbawahi tujuan program tersebut dalam membangun dan mengembangkan potensi pesisir Kabupaten Tanggamus.
“Program Gempita diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam transformasi dan pembangunan berkelanjutan di Tanggamus,” tandasnya. (Deru)









