Prioritastv.com, Sulut – Bentrok yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara saat aksi solidaritas pro Palestina diserang oleh kelompok diduga ormas Adat Manguni yang pro Israel diinformasikan menyebabkan korban.
Dari video amatir yang beredar luas di media sosial hingga jejaring Whatsapp memperlihatkan penganiayaan terhadap massa pro Palestina, yang menyiratkan bentrokan yang memilukan.
Situasi semakin memanas ketika massa pro Israel menyerang massa pro Palestina dengan membawa bendera Israel. Akibat kekerasan ini diinformasikan mengakibatkan korban jiwa, namun belum diketahui berasal dari kubu pro Palestina atau pro Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dewan Pertimbangan, KH. Muhyiddin Junaidi, mengecam keras kekerasan ini dan mendesak kepolisian untuk bertindak tegas dalam menangani situasi tersebut.
Ia menyalahkan kelompok massa pro Israel sebagai biang permasalahan dan menegaskan bahwa kelompok ormas Adat Manguni bersikap intoleran dan anti demokrasi.
Pihak MUI menghimbau umat Islam agar tidak terprovokasi dan mengambil langkah hukum untuk menghentikan tindakan premanisme serta provokasi yang merugikan ini.
Kekerasan antara kedua kubu ini menimbulkan keprihatinan besar dan menjadi panggilan untuk penegakan hukum serta perdamaian di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa mengatakan insiden berawal saat salah satu ormas merayakan HUT ke-12 di wilayah GOR Dua Saudara, Bitung, Sabtu (25/11/2023) sore. Tommy menyebut acara HUT itu telah memperoleh izin dari pihaknya.
“Awal mulanya itu dari salah satu LSM yaitu masyarakat adat yang melaksanakan HUT yang ke-12 yang dilaksanakan di GOR Dua Saudara, itu dengan tema kedaulatan pangan dan kebangkitan ekonomi lokal,” kata AKBP Tommy.
Tak lama kemudian, massa aksi bela Palestina melintas di lokasi. Hingga akhirnya diduga muncul kesalahpahaman yang berujung bentrokan.
“Mungkin dari video yang sudah dilihat adanya aksi dari LSM tertentu terkait dengan kemanusiaan, terkait dengan peristiwa di Gaza sehingga ada beberapa spontanitas (bentrokan)” katanya.
Namun Tommy mengaku belum bisa merinci terkait motif bentrokan. Dia mengatakan pihaknya masih terus mendalami.
Polisi juga menetapkan status siaga imbas bentrok tersebut. Aparat gabungan juga memperketat pengamanan di perbatasan Bitung demi mencegah keributan meluas.
Terpisah, Kapolda Sulut Setyo Budiyanto mengaku masih melakukan pendalaman soal kebenaran informasi adanya korban jiwa dalam bentrok antara massa bela Palestina dengan Ormas pro Israel tersebut.
“Nanti informasi saya dalami lagi (soal korban jiwa),” kata Kapolda Sulut Irjen Setyo Budiyanto saat dikonfirmasi wartawan. (Red)








