Prioritastv.com, Bogor, Jawa Barat – Kabar duka datang dari jajaran TNI Angkatan Udara. Mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) tahun 2019-2020, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto, gugur dalam kecelakaan pesawat ringan di Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu pagi (3/8/2025).
Pesawat jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu jatuh sekitar pukul 09.19 WIB di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, saat tengah menjalani latihan profisiensi penerbangan.
Saksi mata mengatakan, pesawat sempat berputar-putar rendah sebelum akhirnya menghunjam tanah. Warga yang mendengar suara benturan langsung berhamburan ke lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua orang ditemukan sebagai awak dalam pesawat tersebut. Salah satunya, Marsma TNI Fajar Adriyanto, dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Hassan Toto.
Co-pilot bernama Roni selamat namun mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU saat ini, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, membenarkan insiden tragis tersebut.
Ia mengatakan pesawat telah dinyatakan laik terbang dan mengantongi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025.
“Pesawat dalam kondisi baik sebelum terbang. Saat ini kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” ujar Marsma Suadnyana.
Latihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan rutin personel FASI, organisasi olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.
Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB untuk sortie kedua pagi itu, dan hilang kontak tak lama setelah mengudara.
TNI AU bersama unsur terkait langsung mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi. Garis pengaman telah dipasang di area jatuhnya pesawat guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Jenazah Marsma Fajar kini disemayamkan di RSAU Lanud Atang Sendjaja untuk prosesi militer dan penghormatan terakhir.
Kabar gugurnya perwira tinggi ini menyisakan duka mendalam di lingkungan TNI AU dan masyarakat dirgantara Indonesia.
Marsma TNI Fajar Adriyanto merupakan lulusan AAU tahun 1992 dan dikenal sebagai penerbang tempur F-16 dengan call sign “Red Wolf”.
Semasa dinas, ia pernah menjabat Komandan Skadron Udara 3, Danlanud Manuhua, Kapuspotdirga, Aspotdirga Kaskoopsudnas, dan terakhir menjabat sebagai Kapoksahli Kodiklatau.
Ia juga dikenal sebagai figur profesional yang terlibat dalam berbagai misi penting, termasuk insiden udara dengan pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut AS di langit Bawean pada 2003.
TNI AU menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Marsma TNI Fajar Adriyanto. Keteladanan, semangat, dan pengabdian almarhum akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus penjaga langit Indonesia. (Dede Rusdi)








