Prioritastv.com, Bandar Lampung – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung masih menunggu hasil resmi autopsi untuk mengungkap penyebab kematian Hindradjaja (61), pria asal Kabupaten Tangerang, Banten, yang ditemukan tewas di sebuah kamar penginapan di Bandar Lampung dengan kondisi kepala terbungkus plastik dan dilakban.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan oleh tim forensik. Namun, hingga kini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
“Tim forensik sudah melakukan autopsi, dan saat ini kami masih menunggu hasil resminya,” kata Gigih, Selasa 10 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gigih menjelaskan, penyidik telah memeriksa lima orang saksi yang berasal dari pihak keluarga, pengelola penginapan, hingga warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi juga mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
“Berdasarkan rekaman CCTV, korban hanya terlihat bertemu dengan ibu kos serta seseorang yang mengantarnya ke penginapan. Saat ini, orang yang mengantar tersebut masih kami cari untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
Penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya dompet dan telepon genggam, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Penyidik turut menelusuri tujuan korban datang ke Bandar Lampung, termasuk aktivitasnya sejak tiba di kota tersebut pada Kamis (5/2/2026).
“Menurut keterangan keluarga, komunikasi terakhir korban dilakukan melalui grup WhatsApp keluarga. Setelah itu, korban tidak lagi memberikan kabar hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia,” ungkapnya.
Jenazah Hindradjaja telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Minggu (8/2/2026) dan selanjutnya dilakukan proses kremasi.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di kamar Pondok Inap Kost Trijo, Jalan Untung Suropati, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung pada Sabtu 7 Februari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi pintu kamar terkunci dari dalam tanpa tanda-tanda kerusakan. Warga bersama ketua RT setempat terpaksa mendobrak pintu setelah mencurigai kondisi kamar. (*)









