Rapat Evaluasi Pembangunan Metro Digelar Tertutup, Awak Media Dipaksa DPRD Keluar

Rapat Evaluasi Tertutup, DPRD Metro Tuai Kritik Soal Transparansi dan Akses Informasi Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Metro, Lampung – Rapat evaluasi program pembangunan Kota Metro 2026 yang digelar antara DPRD dan Wali Kota Metro pada Rabu (1/4/2026) berlangsung tertutup. Bahkan, Wakil Ketua DPRD secara tegas meminta awak media yang telah bersiap meliput untuk meninggalkan ruangan.

Keputusan ini sontak menimbulkan kekecewaan di kalangan wartawan yang hadir. Sejumlah awak media sempat meminta agar rapat dibuka untuk publik, mengingat pentingnya akses informasi yang faktual dan presisi terkait jalannya evaluasi pembangunan kota.

Arif, awak media dari Saburai TV, menyampaikan keberatan atas kebijakan tertutup tersebut. “Sebagai pilar keempat demokrasi, sebaiknya wartawan diberikan akses untuk meliput secara langsung. Rapat yang dipaksakan tertutup justru akan mengundang pertanyaan publik dan berdampak negatif terhadap upaya transparansi yang sedang digaungkan Pemerintah Kota Metro,” pintanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada disampaikan Fredy, awak portal berita Metrodeadline.com. Ia meminta DPRD Kota Metro mengikuti kebijakan DPR RI yang saat ini telah membuka akses informasi secara langsung kepada awak media.

“Seluruh rapat di DPR RI saat ini sudah berlangsung terbuka. Kenapa DPRD Kota Metro tidak mengikuti kebijakan itu? Sebaiknya biarkan awak media mengikuti jalannya rapat agar bisa memperoleh informasi secara utuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Disiplin ASN Amburadul Tak Serius saat Upacara HUT ke-29 Tanggamus

Meski mendapat desakan, Wakil Ketua II DPRD Kota Metro, Abdulhak, tetap bersikukuh meminta seluruh awak media keluar. Ia berjanji akan memberikan informasi lengkap setelah rapat usai.

“Mohon adik-adik media mengerti, rapat tidak bisa berjalan jika belum keluar. Nanti kami akan berikan semua informasi mengenai rapat ini, terbuka untuk media mana pun,” katanya.

Namun janji itu tak serta-merta meredakan kegelisahan wartawan. Apalagi, rapat evaluasi ini sendiri merupakan pemanggilan ketiga terhadap Wali Kota Metro. Pada dua panggilan sebelumnya, Wali Kota Bambang Iman Santoso berhalangan hadir yang sempat menjadi tanda tanya berbagai pihak.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Metro, Deddy Hasmara, melalui pesan WhatsApp mengungkapkan bahwa Wali Kota merasa kecewa rapat digelar tertutup.

“Walikota kecewa rapat tertutup, tapi itu permintaan dari DPRD,” tulisnya kepada perwakilan awak media.

Menariknya, meski rapat digelar tertutup, Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, dalam sambutan pembukaan sempat menyebut adanya “hal krusial” yang perlu disampaikan dalam pertemuan tersebut. Namun, apa yang dimaksud dengan “hal krusial” itu tak sempat terungkap ke publik lantaran awak media diminta keluar sebelum pembahasan inti dimulai.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Pasar Talang Padang Telah Ditangani Pemkab Tanggamus, Gunakan Sabes Grade A

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD, Abdulhak, justru merendah di hadapan wartawan seusai rapat. Ia menyebut bahwa agenda kali ini tak lebih dari silaturahmi dan fungsi pengawasan biasa. “Biasa, tidak ada hal yang lebih dari itu, silaturahmi saja,” katanya.

Kontradiksi antara pernyataan “hal krusial” dari Ketua DPRD dan “hanya silaturahmi” dari Wakil Ketua II menimbulkan kebingungan. Apalagi, rapat ini sendiri digelar setelah dua kali pemanggilan tanpa kehadiran Wali Kota.

Keputusan menutup rapat dari publik pun dinilai sebagian kalangan justru memperkeruh upaya transparansi yang selama ini menjadi komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif di Kota Metro.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari kedua belah pihak mengenai hasil rapat yang berlangsung tertutup tersebut. Publik pun masih menunggu janji DPRD untuk memberikan informasi secara utuh sebuah janji yang akan menjadi ujian nyata komitmen mereka terhadap keterbukaan informasi. (*)

Berita Terkait

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’
Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema
Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang
Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka
Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026
Bupati Tanggamus Beri Bantuan Korban Kebakaran Talang Padang dan Instruksikan OPD Lakukan Assessment
Viral Rumah Dirobohkan di Pati Jawa Tengah Usai Pasutri Cerai
Perjuangan Dua Perawat Puskesmas Martanda Tanggamus Dampingi Ibu Hamil Seberangi Lautan Demi Persalinan
Berita ini 69 kali dibaca
Avatar photo

Raditya

Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’

Minggu, 12 April 2026 - 14:41 WIB

Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Minggu, 12 April 2026 - 13:20 WIB

Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang

Minggu, 12 April 2026 - 10:18 WIB

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:17 WIB

Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026

Berita Terbaru