Prioritastv.com, Jawa Barat – Aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku pengeroyokan maut terhadap tuan rumah hajatan di Kabupaten Purwakarta. Penangkapan dilakukan saat pelaku berupaya melarikan diri ke luar daerah, Senin (6/4/2026).
Pelaku bernama Yogi Iskandar (38), warga Purwakarta, diamankan oleh Satreskrim Polres Purwakarta bersama Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat di wilayah Sagalaherang, Kabupaten Subang.
Pelaku diduga melakukan penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan cara memukul bagian kepala belakang dan punggung korban menggunakan bambu berukuran panjang sekitar 35 sentimeter hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut, usai kejadian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan intensif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pencarian dilakukan di sejumlah titik, termasuk area perkebunan dan hutan di wilayah Kecamatan Campaka, namun pelaku sempat lolos.
Tim kemudian mendapatkan informasi bahwa pelaku hendak melarikan diri ke arah Cianjur. Tim gabungan bergerak cepat melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di Jalan Alternatif Sagalaherang, Subang.
“Tim kemudian berpencar dan melakukan pengejaran ke daerah Kabupaten Subang. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Jalan Alternatif Sagalaherang, Kampung Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang,” kata Hendra.
Hendra menyebut, dalam penangkapan tersebut, pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian yang digunakan pelaku serta potongan bambu sepanjang 35 sentimeter yang diduga menjadi alat untuk menganiaya korban.
“Saat ini pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kami juga masih terus mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (4/4/2026) di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka. Korban, Dadang (58), meninggal dunia setelah dianiaya saat menggelar pesta pernikahan anaknya.
Keributan bermula dari sekelompok pemuda yang diduga mengonsumsi minuman keras di lokasi hiburan hajatan. Salah satu pelaku sempat meminta uang kepada penyelenggara organ tunggal untuk membeli minuman keras tambahan, namun ditolak karena jumlahnya dianggap kurang.
Situasi memanas hingga korban keluar rumah untuk menegur. Teguran tersebut justru memicu emosi pelaku hingga korban dipukul menggunakan bambu dan tangan kosong ke bagian kepala belakang hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. (*)









