Penyakit Lato-Lato LSD Serang Sapi Warga Banyumas Pringsewu

- Jurnalis

Senin, 26 Juni 2023 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Pringsewu – Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD)  juga dikenal dengan nama lato-lato pada hewan sapi mewabah dan menjalar hingga di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu.

Wabah ini mulai menyerang hewan ternak milik warga. Namun, hingga kini belum ada hewan lain yang juga terinfeksi, kecuali pada sapi-sapi tersebut.

Beberapa pemilik telah upaya untuk kesembuhan sapi-sapi tersebut, namun ada beberapa warga yang panik bahkan ada yang segera mungkin menjual sapi-sapi miliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, bagi mereka yang tinggal pedesaan, sapi adalah investasi atau harta benda. Sehingga apabila sapi tidak menjadi uang mereka sangat merugi.

Baca Juga :  Warga Lampung Heboh, Benda Bercahaya Mirip Rudal di Langit Diduga Debris

Tingginya tingkat penularan penyakit lato-lato itu juga tentunya sangat mengkhawatirkan bagi banyak pihak, terlebih perayaan Hari Raya Iduladha sudah di depan mata.

Seperti dialami Pingik (46) warga warga Pekon Banyumas Kecamatan Banyumas, ia mengatakan bahwa sudah sepekan ini sapi miliknya terjangkit penyakit lato lato.

Menurutnya, gejala yang terlihat adalah munculnya nodul atau bintil terlihat menonjol dengan diameter 2-5 sentimeter, berbatas jelas, tersebar di daerah leher, punggung, perineum, ekor dan tungkai.

“Mulai seminggu yang lalu sapi saya bentol-bentol terkena penyakit lato lato, tidak mau makan dan kemudian saya panggilkan mantri hewan,” kata Pingik, kepada Media Prioritas, Senin 26 Juni 2023.

Baca Juga :  Kejar-kejaran Curanmor di Tanjung Sari Lampung Selatan Berakhir Kecelakaan, Satu Pelaku Ditangkap

Pingik menyebut, salah satu langkah yang dilakukan dirinya bahwa saat ini adalah membersihkan dan melakukan penyemprotan kandang sapi.

“Penyakit lato lato sangat berpengaruh pada omzet penjualan sapi. Mungkin masyarakat takut tertular. Sapi yang terkena lato-lato sudah terjual namun dikembalikan, dan saya ganti dengan sapi yang sehat,” bebernya.

Pingik berharap kepada dinas terkait agar sesegera melakukan penanganan, supaya wabah ini tidak menyebar dan meluas ke tempat-tempat yang lain.

“Saya berharap pemerintah segera turun dan langsung melakukan penanganan sebelum penyakit ini kian menjalar,” tandasnya. (Davit Segara)

Berita Terkait

Satgas MBG Tanggamus Tinjau Dapur MBG di Semaka, IPAL Dinilai Belum Maksimal
Metro Incar Status Tuan Rumah Cabang Olahraga di PON 2032
Dari Magelang, Ketua DPRD Metro Lampung Ria Hartini Gaungkan Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
Wabup Pringsewu Dampingi KONI Pusat Survei Venue Dayung dan Ski Air PON 2032, Amphiteater Budaya Disiapkan di Way Sekampung
Hampir Rp100 Miliar Digelontorkan Pemerintah, Jalan Menuju Wisata Pesisir Tanggamus Mulai Diperbaiki
Baru Menjabat 6 Hari, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap KPK
Ditemukan 34 Km dari Lokasi Awal, Mayat di Pantai Muara Hati Tanggamus Ternyata Petani BNS
Breaking News: Mayat Pria Berbaju Biru Ditemukan Mengapung di Pantai Kota Agung Timur Tanggamus
Berita ini 3 kali dibaca

admin

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:18 WIB

Satgas MBG Tanggamus Tinjau Dapur MBG di Semaka, IPAL Dinilai Belum Maksimal

Jumat, 17 April 2026 - 19:57 WIB

Metro Incar Status Tuan Rumah Cabang Olahraga di PON 2032

Jumat, 17 April 2026 - 13:43 WIB

Dari Magelang, Ketua DPRD Metro Lampung Ria Hartini Gaungkan Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WIB

Wabup Pringsewu Dampingi KONI Pusat Survei Venue Dayung dan Ski Air PON 2032, Amphiteater Budaya Disiapkan di Way Sekampung

Kamis, 16 April 2026 - 22:34 WIB

Hampir Rp100 Miliar Digelontorkan Pemerintah, Jalan Menuju Wisata Pesisir Tanggamus Mulai Diperbaiki

Berita Terbaru

Lampung

Metro Incar Status Tuan Rumah Cabang Olahraga di PON 2032

Jumat, 17 Apr 2026 - 19:57 WIB