Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Peristiwa tragis menimpa seorang balita di Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus. Seorang anak berusia tiga tahun meninggal dunia setelah tenggelam di kolam penampungan air di area perkebunan kopi, Rabu (8/4/2026) siang.
Korban diketahui bernama Ahmad Alwi (3), putra dari Supriono (42), warga Dusun Karang Sari, Pekon Gunung Sari. Ia ditemukan dalam kondisi mengambang di dalam bak penampungan air yang digunakan untuk penyemprotan kebun dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter.
Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, korban saat itu berada di lokasi kebun bersama kedua orang tua dan neneknya yang tengah bekerja sebagai buruh petik kopi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekitar pukul 10.00 WIB korban masih terlihat berada di sekitar gubuk kebun dan sempat diberi jajanan oleh pemilik kebun. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan sudah mengambang di dalam bak penampungan air,” ujar Iptu Suamin, Kamis (9/4/2026).
Mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung berteriak memanggil orang tua korban. Mereka kemudian bersama-sama mengevakuasi korban dari dalam bak air dan segera membawanya ke tenaga medis terdekat menggunakan sepeda motor.
Namun nahas, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan serangkaian penyelidikan serta meminta keterangan dari para saksi. Berdasarkan hasil sementara, peristiwa tersebut dipastikan sebagai musibah.
“Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pekon Gunung Sari,” jelasnya.
Kapolsek mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di lingkungan berisiko seperti area perkebunan dan tempat penampungan air.
“Pengawasan terhadap anak sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tandasnya. (*)








