
Prioritastv.com, Lampung, Kota Metro – Anggota DPRD Kota Metro akan turun langsung ke Metro Selatan untuk memverifikasi jumlah petani yang terdampak gagal panen akibat luapan sungai Way Sekampung. Verifikasi itu akan dilakukan bersama Pemerintah Kota Metro dan para petani guna menyamakan data yang berbeda jauh.
Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, mengatakan langkah tersebut diambil agar tidak ada lagi perbedaan angka antara pemerintah dan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Komisi III, dinas terkait, dan petani akan sama-sama turun untuk memastikan data di lapangan. Jangan sampai ada perbedaan seperti ini lagi,” kata Ria usai audiensi di gedung DPRD Kota Metro, Rabu, 22/4/2026.
Menurut dia, verifikasi diperlukan karena data korban gagal panen akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan bantuan bagi petani.
Ria juga meminta Pemerintah Kota Metro segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Sebab, banjir yang merendam sawah petani dipicu luapan sungai Way Sekampung yang menjadi kewenangan lembaga terebut.
“Masalahnya ada pada sungai yang menjadi ranah balai. Karena itu, dinas terkait harus segera berkomunikasi dengan balai besar agar ada solusi,” ujar Ria.
Ia menambahkan, keputusan menurunkan tim verifikasi diambil setelah audiensi antara petani dan pemerintah berlangsung tegang. Sekitar 70 petani dari Metro Selatan datang ke DPRD untuk mengadukan banjir yang merendam lahan pertanian mereka sejak Februari lalu.
Dalam forum itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro, Heri Wiratno, menyampaikan data pemerintah yang menyebut hanya tujuh petani terdampak gagal panen.
Pernyataan tersebut langsung diprotes. Para petani membawa data tandingan yang menyebut sedikitnya 70 petani di Kelurahan Rejomulyo dan Sumbersari mengalami gagal panen akibat banjir.
“Kami yang di sawah, kami yang merasakan. Jangan hanya melihat dari data di atas meja,” kata salah seorang petani.
Perbedaan data yang terpaut jauh itu membuat suasana audiensi memanas. Petani menilai pemerintah terlalu kecil menghitung dampak banjir yang mereka alami.
DPRD berencana menggelar audiensi lanjutan setelah verifikasi lapangan dilakukan. Dalam pertemuan berikutnya, DPRD akan menghadirkan pemerintah kota, perwakilan petani, dan BBWS Mesuji Sekampung untuk membahas solusi jangka panjang agar banjir tidak kembali merusak sawah di Metro Selatan. (*)








