Prioritastv.com, Tulang Bawang, Lampung – Misteri kematian Tya Septiana (26), pegawai honorer TU di salah satu SMA di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, akhirnya terungkap.
Korban yang ditemukan tewas di kebun singkong pada Minggu (1/6/2025) pagi, ternyata dibunuh oleh calon suaminya sendiri, SN (18), yang kini telah ditangkap polisi.
Kapolres Tulang Bawang AKBP Yuliansyah menyatakan pengungkapan kasus ini dilakukan hanya dalam waktu tiga jam setelah mayat korban ditemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekitar pukul 09.30 WIB, pelaku berinisial SN berhasil kami tangkap di sekitar lokasi penemuan jenazah, saat sedang menyaksikan olah TKP,” kata Yuliansyah dalam keterangannya, Minggu (1/6/2025).
Dijelaskannya, jenazah Tya sebelumnya ditemukan oleh warga di areal kebun singkong, Kampung Tri Darma Wira Jaya, Kecamatan Banjar Agung.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan luka sayatan senjata tajam di leher korban, namun barang-barang pribadinya seperti HP dan motor Honda Beat warna hitam BE 4145 TR tidak hilang.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban menjadi korban pembunuhan berencana.
Lebih mengejutkan, SN yang merupakan warga kampung yang sama dengan lokasi kejadian, ternyata adalah calon suami korban.
Tya diketahui tengah hamil dua bulan dan rencananya akan menikah dalam waktu dekat.
“Sebelum kejadian, korban sempat diantar pelaku ke klinik di Kampung Moris Jaya untuk memeriksakan kandungannya sebagai syarat pernikahan,” ungkap Kapolres.

Saat ini SN telah diamankan di Mapolres Tulang Bawang dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Ia dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara hingga 20 tahun,” tegasnya.
Polisi masih mendalami motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap calon istrinya sendiri yang tengah mengandung.
Kasus ini sontak mengejutkan warga Tulang Bawang dan memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat.
Sebelumnya diungkap, pada Sabtu (31/5/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, korban berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi bersama SN memeriksa kandungan.
Keduanya kembali sekitar pukul 11.00 WIB. Namun pada pukul 14.00 WIB, korban kembali pergi sendirian untuk mengambil hasil pemeriksaan dan tidak pernah kembali lagi.
Hingga malam harinya, keluarga yang merasa khawatir mulai mencari keberadaan Tya namun tidak membuahkan hasil.
Jenazah korban akhirnya ditemukan keesokan paginya dalam kondisi mengenaskan. (Erwin)








