Prioritastv.com, Karawang, Jawa Barat – Wali murid di sejumlah sekolah di wilayah Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, mempertanyakan kesiapan operasional Satuan Pelayanan Pemulihan Gizi (SPPG) setempat. Pasalnya, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan mulai didistribusikan pada Senin, 6 April 2026, hingga kini belum terealisasi.
Keterlambatan tersebut memicu kekecewaan, tidak hanya dari para orang tua siswa, tetapi juga pihak sekolah yang telah lebih dulu menyampaikan informasi kepada peserta didik terkait pelaksanaan program tersebut.
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Desa Sindangmulya, Moh Zein Soperi, mengaku kecewa atas belum berjalanannya distribusi MBG oleh SPPG Mulyajaya. Ia menyebut, pihaknya telah menerima informasi bahwa pengiriman makanan akan dimulai pada awal pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebetulnya ada apa, sehingga MBG di Desa Mulyajaya belum bisa beroperasi? Padahal pihak SPPG sendiri yang mengabarkan bahwa Senin sudah mulai mengirim makanan untuk siswa,” kata Zein.
Ia juga mengungkapkan rasa malu kepada para siswa, lantaran sebelumnya telah memastikan bahwa program tersebut akan berjalan sesuai jadwal. Bahkan, pihak sekolah sampai membatalkan agenda halal bihalal demi menyambut pelaksanaan perdana MBG.
“Malu saya. Kegiatan halal bihalal sampai dibatalkan demi menyambut MBG, tapi ternyata tidak jadi,” tandasnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Forum Keluarga Besar Kutawaluya Bersatu, Sopyan Yunior, menilai keterlambatan ini menunjukkan belum matangnya kesiapan SPPG Mulyajaya dalam menjalankan program tersebut.
“Seharusnya MBG berjalan tepat waktu sesuai jadwal yang sudah disampaikan kepada penerima manfaat. Saya mendengar peralatan di SPPG belum sepenuhnya siap,” kata Sopyan.
Ia menegaskan, jika memang belum siap, sebaiknya pihak penyelenggara tidak memberikan janji kepada masyarakat yang berpotensi menimbulkan kekecewaan. “Kalau belum siap, jangan menjanjikan. Ini justru menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Mulyajaya, Lauren, menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi MBG disebabkan oleh belum terpenuhinya sejumlah perlengkapan operasional dari pihak mitra yayasan.
“Banyak perlengkapan yang belum dipenuhi oleh mitra yayasan, sehingga operasional belum bisa berjalan maksimal,” ujarnya saat dikonfirmasi Media Prioritastv.com.
Lauren juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kapan program MBG akan mulai didistribusikan kepada sekolah dan masyarakat. “Untuk saat ini kami belum bisa memastikan jadwal pasti pelaksanaan MBG,” tambahnya.
Ia pun mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah atas keterlambatan tersebut. “Kami sudah menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah-sekolah karena belum bisa melakukan pengantaran MBG, mengingat persiapan operasional yang belum sepenuhnya siap,” tutupnya. (*)









